Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Cegah Demam Berdarah, Dikes mataram Ajak Warga Berantas Sarang Nyamuk

nur cahaya • Jumat, 20 Desember 2024 | 07:10 WIB

 

CEGAH DBD: Seorang petugas dari Dinkes melakukan fogging di wilayah Pagutan, Mataram, beberapa waktu lalu.
CEGAH DBD: Seorang petugas dari Dinkes melakukan fogging di wilayah Pagutan, Mataram, beberapa waktu lalu.
 

LombokPost-Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) meningkat saat musim hujan tiba. Tiga orang dinyatakan meninggal saat dirawat di RSUD Kota Mataram.

"Yang meninggal bukan warga Kota Mataram. Tetapi, masyarakat luar Kota Mataram," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dr Emirald Isfihan.

Yang merilis adanya kasus meninggal dunia akibat dari DBD adalah Dikes NTB. Mereka merilis adanya korban meninggal di rumah sakit wilayah Kota Mataram. "Memang ada yang meninggal tetapi bukan warga Mataram," tegasnya kembali.

Sebab, beberapa rumah sakit di Mataram dijadikan sebagai tempat rujukan pasien DBD.  Seperti, RSUD Kota Mataram, RSUP NTB, dan sejumlah rumah sakit swasta lainnya.

"Karena dirujuknya di Mataram sehingga tercatat meninggalnya di wilayah Mataram," kata dia.

Emirald mengakui saat musim hujan tiba, kasus DBD memang terus meningkat. Tercatat, hingga minggu pertama Desember, ada peningkatan pasien DBD. "Total tercatat dari Januari hingga sekarang ada sebanyak 500 kasus DBD," bebernya.

Setiap pekan, tim dari Dikes Mataram melakukan pengecekan ke masing-masing Puskesmas. Setiap ada kasus yang muncul harus langsung diatensi.

"Misalnya ada kasus yang muncul di satu lingkungan. Masing-masing puskesmas bersama dengan kader lansung turun ke lokasi," bebernya.

Melakukan pemetaan terhadap lokasi. Apakah pasien itu terkena di wilayah rumahnya atau di lokasi lain. "Itu sebagai bentuk tindak lanjut agar tidak terjadi penyebaran nyamuk," ungkapnya.

Yang perlu dilakukan adalah pembersihan di setiap lingkungan. Tujuannya melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

"Caranya menguras tempat penampungan air, mengubur barang bekas, menutup tempat penampungan air. PSN cara paling ampuh mencegah DBD," ungkapnya.

Sebab, melalui PSN menekan jentik nyamuk untuk berkembang. Jika dilakukan secara fogging nyamuk yang mati hanya yang sudah berumur dewasa.

"Jentiknya harus kita buat jangan sampai berkembang. Apalagi kalau dalam kondisi hujan, jentiknya cepat berkembang saat ada genangan di botol-botol, pot bunga, dan sebagainya," terangnya. (arl/r3)

Editor : Redaksi Lombok Post
#DBD #nyamuk #Dikes #meningkat #jentik #penyebaran #korban #Mataram #pasien #RSUD