LombokPost-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram bahgia mendengar informasi terkait perpanjangan usia Tempat Pembungan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongok. Dengan itu, DLH Kota Mataram masih memiliki waktu untuk menyiapkan penanganan persoalan sampah Kota Mataram.
“Tentu kita sangat terbantu,” kata Kepala DLH Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi saat ditemui.
Sebelumnya, rencana akan ditutupnya TPAR Kebon Kongok akan dilakukan pada akhir tahun lalu. Yang disebabkan oleh penuhnya landfill pembuangan sampah di TPA tersebut. Namun, alih-alih ditutup, pihak DLHK Provinsi NTB sebagai pengelola melakukan perluasan landfill seluas 1,2 Hektare are (Ha) untuk TPAR Kebon Kongok. Adanya perluasan itu memperpanjang umur Kebon Kongok hingga perkiraan Juni mendatang.
“Lumayanlah untuk menambah usia Kebon Kongok. Itu kondisinya yang sekarang. Karena kami masih belum menemukan solusi untuk membuang sampah ke Kebon Kongok,”ucapnya.
Denny mengaku, saat ini Pemkot Mataram sedang melakukan upaya penekanan volume sampah solid yang dibuang ke TPAR Kebon Kongok. Dengan melakukan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) seperti Sandubaya dan TPST Kebon Talo, Ampenan.
“Ya mangkanya sekarang kita lagi giat-giatnya buat TPST. Supaya yang kita buang ke TPA Kebon Kongok itu hanya residunya saja,” terangnya.
Untuk kapasitas pengolahan sampah yang dapat ditampung TPST Sandubaya saat ini sekitar 45 sampai 50 ton per hari. Tersisa 170 an ton sampah produksi Kota Mataram yang belum dapat ditampung di TPST Sandubaya per harinya.
“Iya, itu kita harapkan TPST Kebon Talo itu segera dibangun. Biar mengurangi jumlah sampah yang kita buang ke Kebon Kongok,” jawabnya.
TPST Kebon Talo yang saat ini masih dalam tahap tender dengan kebutuhan anggaran Rp.96 miliar ini didesain dengan kapasitas pengolahan sampah 100 ton. Sehingga jika TPST Kebon Talo ini sudah dapat beroperasional, maka jumlah sampah yang dapat diserap kedua TPST milik Pemkot Mataram sekitar 150 ton per hari. Sisanya akan didrop ke TPAR Kebon Kongok.
“Sisanya 40 sampai 50 ton per hari itu yang kita buang ke Kebon Kongok,” sebutnya.
Lebih lanjut, saat disinggung mengenai adanya gap kapasitas dari fasilitas dan alat pengolah sampah dengan sampah yang terserap per harinya sekitar 30,3 ton per hari, Denny menampik itu. Dengan mengatakan sumber data milik DLHK NTB hanya dari DLH Kota Mataram. Apalagi data pembuangan sampah yang ada di TPST Sandubaya itu hanya ada di DLH Kota Mataram.
“Jadi kami yang lebih punya lengkap datanya,” tukasnya.
Dirinya menekankan, untuk Kota Mataram per harinya membuang sampah ke TPAR Kebon Kongok sekitar 170 an ton. Jika memang ada lebih atau perbedaan per harinya itu hal yang biasa.
“Itu juga kan ada sampah PU, beda lagi sama kita,” tandasnya. (chi/r3)
Editor : Akbar Sirinawa