LombokPost-Kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Mataram mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2024, mencapai 1.280 kasus.
Meskipun demikian, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram dr Emirald Isfihan menjelaskan, tidak seluruh kasus tersebut berasal dari warga Kota Mataram.
”Kota Mataram menjadi rujukan kesehatan bagi sejumlah kabupaten di sekitarnya. Jadi, banyak pasien TBC yang datang berobat ke sini dari luar kota,” ujar Isfihan.
Dikes Kota Mataram telah melakukan pemetaan terhadap pasien TBC dan mencatat data mereka dalam Sistem Informasi Tuberculosis Terpadu (SITB).
Pasien yang berasal dari luar kota akan diarahkan untuk melanjutkan pengobatan di daerah asalnya.
”Kami memiliki sistem yang mencatat semua pasien TBC, termasuk mereka yang berasal dari luar kota. Setelah menjalani perawatan di sini, mereka akan kami rujuk kembali ke daerah asal,” jelasnya.
Selain itu, Dikes Kota Mataram juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan TBC, baik bagi warga Kota Mataram maupun pendatang.
Fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit dan puskesmas, telah menerapkan skrining untuk mendeteksi pasien dengan gangguan pernapasan.
”Kami juga telah menerapkan etika batuk di semua fasilitas kesehatan, di mana pasien wajib menggunakan masker saat berobat,” tambah Isfihan.
Dinas Kesehatan Kota Mataram juga memperhatikan faktor lingkungan dalam upaya pencegahan TBC.
Mereka rutin mengunjungi kampung-kampung untuk memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, serta memastikan adanya ventilasi udara yang cukup.
”Kami melihat bahwa kondisi lingkungan juga berpengaruh terhadap penyebaran TBC. Karena itu, kami berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” ungkapnya.
Meskipun kasus TBC di Kota Mataram meningkat, Isfihan optimis bahwa dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, jumlah kasus dapat ditekan.
”Kami terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar kasus TBC dapat segera diatasi,” tandasnya. (chi/r7)
Editor : Kimda Farida