LombokPost-Libur Imlek tahun ini tidak memberikan lonjakan signifikan bagi industri perhotelan di Kota Mataram.
Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM) I Made Adiyasa Kurniawan mengatakan, bahwa okupansi hotel selama periode tersebut cenderung normal, tanpa adanya peningkatan pemesanan kamar.
”Libur Imlek kemarin okupansi di Kota Mataram normal. Tidak ada lonjakan kunjungan dan pemesanan kamar,” kata Adiyasa.
Dari sekitar 2.800 kamar yang tersedia di hotel anggota AHM, okupansi berada di kisaran 40 hingga 60 persen.
Angka tersebut dianggap normal mengingat Januari merupakan low season untuk pariwisata perkotaan.
Adiyasa menambahkan, harga hotel selama libur Imlek justru cenderung turun, bukan naik, dibandingkan periode normal.
Ia menyebutkan bahwa okupansi tertinggi biasanya terjadi saat gelaran MotoGP.
"Okupansi tinggi waktu MotoGP. Tiga hari itu bisa sampai 90 persen, tapi rata-rata tahun 2024 hanya 45 persen," ujarnya.
Isu harga tiket pesawat masih menjadi kendala utama pariwisata Mataram, dibandingkan dengan destinasi wisata lain di Indonesia. Adiyasa menilai harga tiket ke Lombok masih terbilang mahal.
”Harga tiket ke Lombok masih mahal dibandingkan tempat lain,” ujar Adiyasa, yang juga menyoroti masalah harga tiket sebagai faktor penghambat.
Adiyasa mengungkapkan bahwa ia telah membicarakan solusi dengan Pemerintah Daerah untuk mengatasi masalah harga tiket.
Ia mengusulkan agar Pemda memberikan subsidi tiket pesawat untuk menurunkan harga.
”Pernah disampaikan, tapi keterbatasan anggaran jadi kendala,” katanya.
Ia berharap okupansi hotel dapat meningkat seiring dengan digelarnya Muktamar IDI pada pertengahan Februari.
Beberapa hotel terdekat dengan lokasi acara sudah mulai menerima pemesanan.
”Hotel-hotel yang terdekat dengan lokasi acara sudah mulai terima pemesanan. Kami berharap Muktamar IDI bisa mendongkrak okupansi,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudera, menyebutkan bahwa Pantai Ampenan menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan selama libur Imlek.
"Pantai Ampenan sedang ramai-ramainya sepekan ini, dan puncaknya saat libur Imlek kemarin," kata Cahya. (chi/r7)
Editor : Kimda Farida