LombokPost-Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang melarang siswa SD dan SMP di Kota Mataram membawa handphone (HP) ke sekolah. Aturan ini, menurutnya, sebagai solusi mengatasi keresahan akibat penggunaan HP yang semakin masif di kalangan anak.
”Kita juga sudah mencari jalan keluar mengenai kebutuhan anak membawa HP ke sekolah,” kata Mohan, Senin (3/2).
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Mataram Yusuf mengatakan, Wali Kota telah menandatangani SE tersebut. Namun, sebelum aturan diterapkan, setiap sekolah harus lebih dulu melakukan sosialisasi kepada orang tua atau wali murid.
”Bagaimana larangan membawa HP ini diterapkan dan pelaksanaannya seperti apa,” sebutnya.
Menurutnya, para kepala sekolah di Mataram mulai khawatir dengan penggunaan HP yang semakin masif di kalangan pelajar saat jam sekolah. Ia menilai, berbagai masalah di sekolah berakar dari penggunaan HP.
”Kasus bullying, kekerasan verbal dan nonverbal, hingga kekerasan seksual juga berawal dari sini,” bebernya.
Pelaksanaan aturan ini dapat disesuaikan dengan kebijakan masing-masing sekolah, seperti penggunaan HP saat ujian jika diperlukan. ”Sanksi juga diserahkan ke sekolah sesuai tata tertib masing-masing,” ujarnya.
Sesuai SE, aturan ini berlaku pada Februari hingga April sebagai uji coba. Jika efektif, akan diterapkan secara menyeluruh.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Mataram Saptadi Akbar mengatakan, aturan ini mengharuskan sekolah menyiapkan sarana komunikasi agar orang tua tetap bisa berhubungan dengan anak selama jam sekolah.
”Kalau ada sesuatu, sekolah bisa membantu komunikasi,” katanya.
Saptadi yang juga Kepala SMPN 1 Mataram mengatakan, HP menjadi salah satu penyebab siswa kurang fokus dalam pembelajaran.
Ia berharap aturan ini diterapkan di semua SD dan SMP di Kota Mataram, negeri maupun swasta, agar tidak terjadi kecemburuan sosial. Menurutnya, aturan ini tidak akan memberatkan orang tua karena informasi terkait kegiatan dan jadwal pembelajaran disampaikan melalui grup WhatsApp antara sekolah dan wali.
”Kalau ada hal-hal darurat seperti cuaca buruk, sekolah akan segera menghubungi orang tua,” tandasnya. (chi/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post