LombokPost-Jaringan kabel di Jalan Prabu Rangkesari, Abian Tubuh, Kota Mataram, meresahkan warga. Kabel-kabel itu menjuntai rendah dan tertindih pagar seng, menimbulkan kekhawatiran akan bahaya listrik.
Warga yang melintas merasa waswas. Mereka takut menyentuh pagar karena khawatir ada aliran listrik.
"Ngeri, jangan-jangan kabel terkelupas. Takut kesetrum," kata Muhlisin, warga setempat, Senin (10/2).
Ia tak tahu pasti sejak kapan pagar seng menindih kabel-kabel itu, namun kondisi kabel yang kendor dan menjuntai sudah terjadi sejak lama.
"Kok dibiarkan ya?" ujarnya heran.
Warga lain, Fathul, menyoroti kondisi cuaca saat ini. "Apalagi sekarang hujan angin. Kalau ada kabel yang isolasinya terbuka, bisa bahaya," katanya.
Menurutnya, warga telah melaporkan kondisi tersebut, terutama sejak kabel mulai kendor dan menjuntai ke bawah. Namun, tanggapan yang diterima justru membingungkan.
"Yang lapor ke PLN dibilang itu kabel Telkom (kabel FO, Red), tapi ada juga yang bilang kabel listrik," ujarnya.
Anggota DPRD Kota Mataram Dapil Sandubaya Herman menyayangkan lambannya respons pihak terkait dalam menangani permasalahan ini. "Warga kita kan awam, mana tahu itu kabel listrik atau FO. Kalau dikira kabel FO ternyata listrik, kan berbahaya," cetusnya.
Ia mendesak agar kabel yang berpotensi membahayakan segera diperbaiki. Jika ada laporan dari masyarakat, harus segera ditindaklanjuti.
"Mau bahaya atau tidak, kenyataannya kabel-kabel itu mengganggu. Merusak estetika kota," tegasnya.
Anggota Fraksi Partai Gerindra ini juga menyoroti kesemrawutan instalasi kabel di Sandubaya. Ia menilai kondisi tersebut makin meresahkan.
"Hanya di Sandubaya saya lihat banyak kabel liar dan semrawut," katanya.
Ia mempertanyakan wacana penertiban kabel yang beberapa kali dilontarkan Pemkot Mataram, namun hingga kini belum terealisasi.
"Sebagai kota, seharusnya kita punya penataan yang lebih baik. Ini kok terkesan dibiarkan, padahal lokasinya di pinggir jalan protokol," sesalnya.
Herman mengingatkan bahwa pembiaran ini berpotensi membahayakan keselamatan warga, sehingga perlu segera ditangani. "Bila perlu, ditertibkan!" tegasnya.
Ia berseloroh bahwa Sandubaya memiliki lebih banyak tiang daripada pohon. "Di sini ‘tanam tiang tumbuh kabel’. Bagaimana mau penghijauan?" ujarnya.
Satu tiang bisa menopang hingga tiga atau empat instalasi. "Ada kabel wifi, listrik, FO," ujarnya.
Meski kondisi sudah semrawut, Pemkot Mataram dinilai tidak mengambil langkah konkret.
"Kalau bisa, tiru kota-kota maju. Mereka pasang kabel di dalam tanah, sehingga kota terlihat bersih, rapi, dan tidak semrawut," pungkasnya. (zad/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post