LombokPost-Aktivitas geng motor di Kota Mataram makin meresahkan warga.
Selain aksi balap liar yang mengganggu ketenangan, kelompok ini juga terindikasi mencari lokasi baru untuk dijadikan tempat berkumpul.
Mereka bahkan memanfaatkan grup WhatsApp, untuk berbagi informasi lokasi yang aman dari pantauan petugas.
”Setahu kami di komunitas mereka itu ada grup WhatsApp yang nanti memberikan informasi lokasi yang aman dan di luar pemantauan," kata Camat Cakranegara Irfan Syafindra.
Kondisi ini membuat warga khawatir.
Mereka takut lokasi baru yang dicari geng motor akan mengganggu keamanan dan ketertiban lingkungan.
Irfan mengimbau warga tetap memantau anak-anak mereka dengan tidak membiarkan beraktivitas di luar rumah pada tengah malam.
Sementara itu, Irfan menyebutkan beberapa titik rawan di Kecamatan Cakranegara yang sering dijadikan tempat balapan liar, antara lain Jalan Ahmad Yani Sayang-Sayang dan Jalan Brawijaya.
"Dua titik itu yang pernah terjadi aksi balap liar," ucapnya.
Mengenai isu dugaan adanya warga yang diganggu gangster, Irfan tidak berani berkomentar banyak.
Ia mengaku belum menemukan indikasi adanya gangster di Kota Mataram.
Hal tersebut masih dalam tahap penyidikan pihak kepolisian.
"Ini masih opini publik saja," ujarnya.
Terpisah, Kasat Pol PP Kota Mataram Irwan Rahadi mengatakan, pihaknya terus memantau aktivitas kelompok pemuda, terutama pada malam hari, dengan meningkatkan patroli dan pengawasan di titik-titik rawan.
"Di Mataram saat ini tren pemuda nongkrong. Ada beberapa daerah jadi titik kumpul pemuda seperti Udayana, Bypass, dan rawannya malam Sabtu dan Minggu. Ini terus kita lakukan pemantauan dengan pihak kepolisian," kata Irwan.
Satpol PP menyiagakan satu peleton anggota selama 24 jam setiap malam untuk melaksanakan patroli rutin, terutama pada jam-jam rawan.
Irwan mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk tidak membiarkan anak-anak mereka terlibat dalam kegiatan balapan liar atau bergabung dengan geng motor.
Ia juga meminta para kepala lingkungan terus berkomunikasi dengan orang tua terkait aktivitas anak-anak mereka, terutama di bulan puasa di mana banyak waktu luang yang dapat dimanfaatkan remaja untuk berkumpul.
Kekhawatiran warga terkait tidak amannya Kota Mataram ditampik Irwan.
Ia menyebut hingga saat ini warga masih nyaman beraktivitas di Kota Mataram.
"Intinya adalah antisipasi. Begitu juga para orang tua untuk mengingatkan anaknya untuk tidak beraktivitas di tengah malam," tandasnya.
Sementara itu, Senin (17/2) di grup WhatsApp beredar laporan polisi mengenai pengaduan yang dilakukan IMB, warga Cakranegara ke Polresta Mataram.
IMB melapor pada Minggu (16/2).
Dalam laporannya, korban KTY bersama tiga saksi GU, PU, dan JU disebut hendak menonton balap liar di Jalan Udayana, sekitar pukul 04.00 Wita, Minggu (16/2).
Namun, karena tidak ada balap liar, keempatnya memutuskan untuk duduk sebentar di pinggir jalan.
Sekitar 30 menit, mereka memutuskan untuk pulang.
Dalam perjalanan pulang melewati bundaran Udayana, GU melihat gangster (disebut dalam laporan polisi) membawa busur panah.
Gangster ini kemudian mengadang JU dan GU di depan Binggo Carwash.
Adapun PU dan kawannya, dipukul anggota gangster lainnya di depan Indomaret Rembiga.
Dalam laporan itu disebut jika gangster membawa senjata tajam berupa pisau dan parang.
Korban KTY bahkan mengalami luka robek pada pipi bagian karena, karena dilempari parang. (chi/r7)
Editor : Kimda Farida