LombokPost-Tumpukan sampah plastik, sisa perantingan pohon, hingga material bangunan ditemukan di sisi timur Ruang Terbuka Hijau (RTH) Udayana, Kota Mataram. Lokasi pembuangan sampah ini berada dekat dengan lapak kuliner, yang dapat mengganggu pemandangan dan kenyamanan pengunjung.
Salah satu pengunjung, Kadek Ari, menyayangkan adanya tumpukan sampah di area tersebut. Menurutnya, tempat itu seharusnya tidak dijadikan lokasi pembuangan sampah, apalagi berada di dekat kawasan wisata kuliner.
“Mengganggu pemandangan dan kenyamanan pengunjung, terutama wisatawan,” ujar Kadek, Selasa (25/2).
Selain merusak estetika kota, tumpukan sampah ini berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Kadek mengingatkan bahwa saat musim hujan seperti sekarang, sampah yang dibiarkan menumpuk bisa menjadi sarang nyamuk dan sumber penyakit.
“Semoga cepat dibersihkan,” tambahnya.
RTH Udayana selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi favorit masyarakat untuk berolahraga, bersantai, dan menikmati kuliner. Namun, keberadaan tumpukan sampah di sisi timur kawasan ini mengurangi kenyamanan dan keindahan tempat tersebut.
Pengunjung berharap Pemerintah Kota Mataram dapat segera menangani masalah ini dengan menyiapkan tempat pembuangan sampah yang lebih tertata, menegur pelaku pembuangan sampah sembarangan, serta memperketat pengawasan di sekitar RTH Udayana.
“Semoga segera dibersihkan dan ada solusi supaya sampah tidak menumpuk lagi,” harap Kadek Ari.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi menyatakan bahwa area tersebut memang bukan tempat pembuangan sampah. Ia berjanji segera mengecek kondisi di lapangan.
“Coba kita cek dulu,” kata Denny.
Menurutnya, sampah plastik yang menumpuk kemungkinan besar berasal dari pedagang di sekitar kawasan kuliner RTH Udayana. Oleh karena itu, pihaknya segera menegur dan memberikan peringatan kepada para pedagang agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Kemungkinan para pedagang, kami akan segera tindak lanjuti,” tegasnya.
Selain itu, Denny mencurigai adanya pembuangan material bangunan di lokasi tersebut. Ia berencana menelusuri pemilik lahan untuk memastikan siapa yang bertanggung jawab atas sampah tersebut.
“Jangan-jangan ada pemilik lahan yang menyuruh pengurukan,” ujarnya. (zad/r7)
Editor : Redaksi Lombok Post