Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Dinas Sosial Tingkatkan Patroli, Antisipasi Lonjakan Anjal dan Gepeng saat Ramadan

nur cahaya • Minggu, 2 Maret 2025 | 18:25 WIB

 

TERLANTAR : Seorang anak jalanan sedang meminta-minta di persimpangan jalan Kota Mataram, beberapa waktu lalu. 
TERLANTAR : Seorang anak jalanan sedang meminta-minta di persimpangan jalan Kota Mataram, beberapa waktu lalu. 

LombokPost-Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram meningkatkan patroli terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) saat Ramadan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas anak jalanan (anjal) dan gelandangan pengemis (gepeng), yang diprediksi meningkat selama bulan puasa.

Kepala Dinsos Kota Mataram Lalu Samsul Adnan mengatakan, titik-titik berkumpulnya PMKS kemungkinan bertambah, terutama di lokasi penjualan takjil.

“Saya kira tetap sama titiknya, akan ada tambahan mungkin di tempat beli takjil,” kata Adnan.

Menurutnya, aktivitas anjal dan gepeng musiman mulai terlihat setiap sore di pinggir jalan. Mereka mengharapkan pemberian atau sedekah dari pengguna jalan.

“Untuk itulah intensitas patroli 60-an orang satgas sosial akan kita tingkatkan,” ujarnya.

Dinsos telah menetapkan titik pantau dengan tiga shift, mulai pukul 07.00 hingga 23.00 WITA, yang diperpanjang hingga pukul 05.00 WITA. Satgas yang berjaga di lokasi strategis dapat langsung menertibkan anjal dan gepeng.

Tahap awal penanganan dilakukan dengan edukasi serta imbauan agar mereka pulang dan tidak mengulangi aktivitas tersebut, karena mengganggu kenyamanan masyarakat serta membahayakan keselamatan mereka.

Jika ditemukan anjal atau gepeng, mereka akan dibawa ke Puslansos Bale Agung untuk didata. Jika berdasarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) mereka terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan menerima bantuan sosial, Dinsos akan menindaklanjuti.

“Ini yang kita telusuri, kenapa dia ada di jalan. Kalau memang belum terdaftar, akan kita masukkan ke DTKS,” jelasnya.

Jika mereka berasal dari luar kota, Dinsos akan berkoordinasi dengan daerah asal untuk pemulangan.

Sebelumnya, Adnan tidak menampik keberadaan PMKS, terutama ibu-ibu yang mengharapkan sedekah di sejumlah ruas jalan. Mereka beroperasi dalam kelompok dan duduk di pinggir jalan.

Dengan peningkatan patroli dan penanganan yang lebih terukur, Dinsos berupaya menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman selama Ramadan, sekaligus memberikan solusi jangka panjang bagi PMKS. (chi/r7)

Editor : Rury Anjas Andita
#keselamatan #dinsos #Gepeng #sedekah #solusi #Anjal #Patroli #pengguna jalan