LombookPost-Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram menerima berbagai keluhan warga terkait penyaluran bantuan sosial (bansos). Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Lalu Syamsul Adnan mengungkapkan, pihaknya telah menindaklanjuti keluhan tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
"Ada beberapa yang sudah melakukan pengaduan cek bansos," ujar Lalu Syamsul Adnan.
Keluhan yang diterima Dinsos bervariasi, mulai dari warga yang merasa tidak layak menerima bansos karena kondisi ekonomi yang mampu, hingga warga miskin yang merasa tidak pernah mendapat bansos. Untuk menindaklanjuti keluhan tersebut, Dinsos bekerja sama dengan tim dari kelurahan, termasuk operator dan petugas lingkungan, guna melakukan verifikasi data dan pengecekan kondisi warga yang dilaporkan.
"Ada dua modelnya di situ, cek bansos. Ada yang melaporkan warganya, kenapa dia dapat padahal dia orang kaya. Ada juga yang melapor, Pak saya ini orang miskin tapi kok nggak dapat-dapat," jelasnya.
Pada 2024, Dinsos menerima belasan laporan melalui aplikasi dan lebih dari 20-30 laporan langsung dari warga yang datang ke kantor. Keluhan terbanyak berasal dari warga yang merasa tidak mendapatkan bansos yang seharusnya mereka terima.
"Kalau yang langsung mungkin lebih banyak lagi, mungkin ada lebih dari 20-30 orang yang datang," tambahnya.
Setelah dilakukan pengecekan, Dinsos menemukan bahwa sebagian besar warga yang mengeluh memang masuk dalam kategori penerima bansos. Namun, ada juga beberapa kasus kesalahan data, seperti data penggunaan listrik yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Banyak laporan terkait warga yang terdata sebagai pengguna listrik di atas 2.200 watt, yang seharusnya tidak memenuhi syarat sebagai penerima bansos.
"Nah setelah kita cek, ternyata memang tidak benar. Dia menggunakan di atas 2.200," terangnya.
Ada beberapa kemungkinan penyebab perbedaan data tersebut, seperti kesalahan input data atau penggunaan meteran listrik bersama oleh beberapa usaha.
"Listriknya masih berkelompok di suatu tempat, dan salah satu dari mereka KTP-nya digunakan untuk pengajuan meteran listrik, sehingga jumlah wattnya besar," jelasnya.
Dinsos juga membantu warga dengan keluhan lain, seperti masalah lapangan pekerjaan dan kesehatan, dengan mengoordinasikannya ke dinas terkait. Untuk 2025, Dinsos belum mengetahui apakah ada penambahan keluarga penerima manfaat (KPM) karena masih menunggu pendataan ulang. (chi/r7)
Editor : Rury Anjas Andita