Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Standar Higienis dan Pengemasan Takjil Sudah Bagus, Keamanan dan Kebersihan Terjamin

nur cahaya • Jumat, 7 Maret 2025 | 12:28 WIB

 

EDUKASI: Kadinkes Kota Mataram dr Emirald Isfihan bersama Kepala BBPOM Kota Mataram Yosef Dwi Irwan, saat memantau takjil di Kota Mataram, Rabu (5/3).
EDUKASI: Kadinkes Kota Mataram dr Emirald Isfihan bersama Kepala BBPOM Kota Mataram Yosef Dwi Irwan, saat memantau takjil di Kota Mataram, Rabu (5/3).
 

LombokPost-Warga kini bisa menikmati takjil dengan lebih tenang selama Ramadan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr Emirald Isfihan menegaskan, hasil pengujian terhadap takjil yang dijual di berbagai lokasi menunjukkan hasil yang aman.

"Dari 50 sampel yang diperiksa, tidak ditemukan kandungan zat berbahaya. Masyarakat tidak perlu khawatir terkait keamanan pangan saat berbuka puasa," kata dokter Emirald, Kamis (6/3).

Menurutnya, takjil yang beredar di Kota Mataram tidak hanya aman dari segi kandungan bahan makanan, tetapi juga dari sisi penyajian dan kebersihan.

Ia mengapresiasi para pedagang yang telah menerapkan standar higienis yang baik dalam pengemasan dan penyajian makanan.

"Dari yang saya lihat, standar higienisnya sudah bagus. Produk takjil dikemas dengan baik, ditutup rapat, dan para penjual menggunakan sarung tangan saat menyajikan makanan," ucapnya.

Bahkan, banyak pedagang yang sudah menggunakan metode pembayaran cashless seperti QRIS. "Sehingga lebih praktis dan aman," ujarnya.

Beberapa lokasi pusat penjualan takjil di Kota Mataram, seperti Jalan Majapahit, Panji Tilar, dan Airlangga, menjadi contoh dalam penerapan standar kebersihan.

Dinkes berencana memperluas pemantauan ke daerah lain, termasuk Pagutan, guna memastikan seluruh takjil yang dijual memenuhi standar kesehatan.

Salah satu faktor yang turut berkontribusi dalam peningkatan kualitas takjil di Mataram adalah banyaknya pedagang muda. Menurut dokter Emirald, mereka lebih terpapar edukasi mengenai kesehatan dan sistem penjualan modern.

"Saya melihat banyak pedagangnya anak muda. Mereka mungkin lebih memahami pentingnya kebersihan dan standar keamanan pangan, sehingga produk yang dijual lebih berkualitas," katanya.

Ia juga mengapresiasi cara mereka mengemas produk. "Lebih baik dan higienis," jelasnya.

Untuk meningkatkan kualitas takjil, Dinkes berkoordinasi dengan BPOM serta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan UKM (Diskoperin UKM).

Salah satu upaya yang dirancang adalah pelatihan keamanan pangan bagi UMKM serta pemberian sertifikasi sebagai jaminan kualitas produk.

"Kami sudah berdiskusi dengan BPOM dan dinas perindustrian," terangnya.

Minggu depan, ia berencana turun ke lapangan bersama Diskoperin untuk memastikan pedagang takjil telah mendapatkan pelatihan.

"Dan memenuhi standar keamanan pangan," tambahnya.

Diskoperin UKM akan menetapkan persyaratan bagi pedagang takjil, terutama yang ingin berjualan dalam skala lebih besar.

Dengan regulasi ini, penjual takjil tidak hanya bisa berjualan untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga berpotensi masuk ke pasar modern seperti supermarket.

Pemkot Mataram menyediakan layanan pengurusan sertifikasi pangan yang mudah dan gratis, seperti izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).

Masyarakat dapat mengajukan permohonan ke Dinkes, yang kemudian akan menindaklanjuti dengan uji sampel serta pelatihan bagi pedagang.

"Mengurus sertifikasi ini sangat mudah dan gratis. Cukup mengajukan permohonan ke bidang kesehatan, nanti akan ada pelatihan dan uji sampel untuk memastikan produk yang dijual benar-benar aman," tekannya.

Dokter Emirald mengungkapkan, pihaknya hampir setiap hari menerima permohonan ini.

"Dan itu menunjukkan kesadaran masyarakat semakin meningkat," terangnya.

Sementara itu, Kepala BBPOM Mataram Yosef telah melakukan pengawasan ke sentra-sentra takjil di sekitar Jalan Airlangga, Majapahit, dan Panji Tilar.

"Dari hasil pemantauan awal, kami tidak menemukan indikasi kandungan berbahaya pada takjil yang dijual di lokasi ini. Namun, kami tetap melakukan sampling, terutama terhadap produk yang berisiko seperti kerupuk," kata Yosef.

Pihaknya telah mengambil dua sampel kerupuk di Jalan Majapahit. "Hasilnya, alhamdulillah negatif," jelasnya.

Meski sebagian besar sampel takjil memenuhi standar keamanan pangan, BBPOM tetap mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memilih produk tertentu, terutama kerupuk terigu dan mi basah.

"Kami mengimbau masyarakat membeli kerupuk terigu yang sudah memiliki izin edar dan terdaftar di dinas kesehatan. Untuk mi basah, kami juga sudah menelusuri langsung ke produsen guna memastikan mereka tidak menggunakan bahan berbahaya," tambahnya. (zad/r7)

Editor : Kimda Farida
#UMKM #ramadan #Sertifikasi #Aman #Takjil #keamanan #produk #pelatihan #berkualitas #makanan #kandungan