LombokPost--Polresta Mataram mengambil tindakan tegas terhadap remaja yang terlibat balap liar.
Ratusan motor yang digunakan dalam aksi berbahaya itu diamankan dan baru akan dikembalikan setelah Lebaran Ketupat untuk memberikan efek jera.
"Motor akan diberikan setelah Lebaran Ketupat dengan syarat surat-surat kendaraan lengkap. Jika tidak lengkap, motor tetap ditahan," tegas Kapolresta Mataram Kombes Pol Ariefaldi Warganegara, Senin (10/3).
Ariefaldi menjelaskan, penindakan ini bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
Polresta Mataram menambah 270 personel untuk pengamanan.
"Biasanya hanya 130-an personel," ucapnya.
Menurutnya, aksi balap liar yang didominasi remaja di bawah umur, terutama pelajar SMP dan SMA, sangat meresahkan.
Lebih dari 100 remaja dari berbagai polsek di Kota Mataram, termasuk beberapa dari luar kota, telah diamankan.
Mereka terlibat dalam berbagai aksi kenakalan remaja, seperti perang sarung, balap liar, dan perang petasan.
"Mayoritas anak-anak di bawah umur, hampir seratusan, SMP dan SMA. Beberapa memang dari luar Mataram, tapi masih dominan anak Mataram," bebernya.
Titik rawan tersebar di 50 lokasi di Kota Mataram, dengan jam rawan antara pukul 00.00 Wita hingga subuh.
"Waktu rawan biasanya terjadi di atas jam 12 malam hingga subuh. Selama ini, aktivitas yang mengganggu kamtibmas memang dominan pada jam-jam tersebut," ungkapnya.
Baca Juga: Bupati Dompu Bambang Firdaus Janji Terdepan Perjuangkan Tuntutan Calon ASN dan PPPK
Selain penindakan, Polresta Mataram melibatkan orang tua dalam pembinaan anak-anak yang terlibat kenakalan remaja.
Orang tua diwajibkan melapor setiap Senin dan Kamis untuk memantau perkembangan anak mereka.
"Jika ditemukan tindak pidana, kami akan melakukan tindakan tegas," tambahnya.
Kapolresta berharap semua pihak, termasuk orang tua, kepala lingkungan, camat, dan masyarakat, bekerja sama menjaga kamtibmas.
"Kami akan kesulitan jika tidak ada kerja sama dari semua pihak," ujarnya.
Dengan penindakan tegas dan kerja sama dari semua pihak, Polresta Mataram berupaya menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif selama Ramadan dan Lebaran.
"Banyak warga yang mengirim pesan WhatsApp kepada kami, dan itu sangat membantu," terangnya.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana mengimbau warga untuk menjaga ketertiban.
"Imbauan ini kita tujukan ke orang tua," ucapnya.
Ia mengapresiasi upaya kepolisian dalam penertiban ini.
Menurutnya, pelaku kenakalan remaja mayoritas anak-anak yang tidak dapat dikenakan tindakan hukum lebih lanjut.
"Tetap harus memberikan efek jera," tandasnya. (chi/r7)
Editor : Kimda Farida