Ramadan tahun ini di Mataram semakin istimewa dengan hadirnya Kampoeng Kuliner Ramadan di Teras Udayana. Event ini tidak sekadar menawarkan beragam hidangan berbuka puasa, tetapi juga pengalaman unik dalam bertransaksi.
--------------------------
PENGUNJUNG yang ingin berbelanja di sini harus terlebih dahulu menukarkan uang asli mereka dengan uang mainan. Uang ini dirancang menyerupai uang tradisional yang didesain mengandung khazanah seni dan budaya Lombok.
Manajer Marketing Fajar Space EO dari Kampoeng Kuliner Ramadhan, Salsabila Musta’an, menjelaskan konsep ini dihadirkan untuk memberikan nuansa kampung di tengah kota, sejalan dengan tema utama bazar ini. “Kami ingin menciptakan atmosfer khas kampung, meskipun berada di tengah kota,” kata Salsa Rabu (12/3).
Transaksi dengan uang mainan ini pun bertujuan menghadirkan gimmick yang seru dan menyenangkan. Transaksinya pun dibuat sedikit berbeda dengan menggunakan uang mainan.
“Di dalam uang mainan ini, kami menampilkan gambar seni dan kebudayaan daerah, seolah-olah pengunjung sedang berbelanja di tempat yang berbeda dari biasanya,” tuturnya.
Keunikan utama Kampoeng Kuliner Ramadan ini terletak pada konsepnya. Dengan konsep ini, pengunjung diharapkan merasakan pengalaman transaksi yang berbeda dan lebih tematik.
“Kami memang sedikit memberikan gimmick agar masyarakat atau pengunjung yang datang merasa ada yang berbeda,” terangnya.
Keberadaan uang mainan ini ditekankan sebagai sensasi berbeda yang ditawarkan dengan berbagi lokasi bazar kuliner yang ada di Kota Mataram. “Banyak lokasi kuliner, tetapi kami ingin menawarkan sesuatu yang unik,” jelas Salsabila.
Selain memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda, penggunaan kultur Lombok dalam desain lokasi dimaksudkan untuk meningkatkan nuansa tradisional yang kuat. Properti yang digunakan dalam event ini pun berbasis material tradisional untuk semakin memperkuat kesan kampung yang autentik.
Sebelum membeli makanan di Kampoeng Kuliner Ramadan, pengunjung harus menukarkan uang asli mereka dengan uang mainan di bagian kasir pintu masuk lokasi. Nilai tukarnya pun, sesuai dengan nominal uang aslinya.
“Misalnya, kalau kita menukar Rp 20.000, kita akan mendapatkan uang mainan dengan nilai yang sama, yaitu Rp 20.000,” kata Salsa.
Namun, ada aturan khusus yang perlu diperhatikan. Jika ada sisa uang mainan setelah bertransaksi, uang tersebut tidak bisa dikembalikan dalam bentuk uang asli.
Sebaliknya, sisa saldo tetap bisa digunakan untuk berbelanja di event ini selama Kampoeng Kuliner Ramadhan masih berlangsung hingga tanggal 25 Ramadan nanti. “Jadi, kalau hari ini ada sisa, pengunjung bisa datang lagi ke sini sampai tanggal 25 tanpa harus menukar uang lagi,” tambahnya. (LALU MOHAMMAD ZAENUDIN/bersambung/r7)
Editor : Jelo Sangaji