Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Banyak Muncul Juru Parkir Dadakan, Retribusi Parkir Ramadan Tak Maksimal

nur cahaya • Sabtu, 29 Maret 2025 | 17:19 WIB

 

BERTUGAS: Seorang juru parkir sedang membantu pengendara untuk menyeberang di kawasan perbelanjaan Cakranegara Kamis (27/3). 
BERTUGAS: Seorang juru parkir sedang membantu pengendara untuk menyeberang di kawasan perbelanjaan Cakranegara Kamis (27/3). 
 

 

LombokPost-Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir di Kota Mataram selama Ramadan tidak mengalami peningkatan signifikan, meskipun terjadi lonjakan kendaraan di beberapa titik parkir strategis.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram Zulkarwin mengatakan, kondisi ini serupa dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana potensi peningkatan PAD dari sektor parkir belum bisa dimaksimalkan.

"Kita belum melihat adanya peningkatan PAD yang signifikan. Kondisinya sama seperti tahun sebelumnya," kata Zulkarwin.

Ia menjelaskan, retribusi parkir selama Ramadan tidak dihitung ulang karena sifatnya insidentil. Penetapan ulang dikhawatirkan memicu permasalahan baru dan memerlukan perjanjian kinerja. Meskipun secara kasat mata potensi pendapatan terlihat besar, hal itu tidak bisa dijadikan dasar kesimpulan karena hanya terjadi pada momen tertentu.

Namun, ia mengakui lonjakan kendaraan selama Ramadan seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menambah kas daerah. Saat ini, Dinas Perhubungan tengah mencari formula agar potensi tersebut dapat dioptimalkan secara legal.

"Kita masih mencari pola yang tepat agar pemanfaatannya legal dan tidak hanya berdasarkan potensi semata," jelasnya.

Selain itu, ia menyoroti fenomena juru parkir (jukir) dadakan yang bermunculan selama Ramadan. Untuk mengatasi hal ini, Dishub telah menurunkan tim Dalops guna memberikan imbauan.

"Kita sudah menurunkan tim Dalops untuk memberikan imbauan," katanya.

Menurutnya, fokus utama Dishub bukan sekadar peningkatan PAD, melainkan perbaikan layanan perparkiran di Kota Mataram.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa lokasi parkir di pusat perbelanjaan dan pertokoan mengalami lonjakan kendaraan, seperti di Jalan Pejanggik, Panca Usaha, Airlangga, dan beberapa titik lainnya. Bahkan, di Boxy antrean parkir mengular hingga jembatan akibat tingginya aktivitas belanja masyarakat.

"Seperti di Boxy, parkir sampai ke jembatan karena banyaknya orang yang berbelanja," ungkap Zulkarwin.

Meski banyak titik parkir bermunculan selama Ramadan, ia juga mencatat sejumlah toko tutup di siang hari, yang turut memengaruhi kondisi parkir di beberapa lokasi.

"Warung makan, tukang bakso tutup dari siang sampai sore. Itu juga kan mempengaruhi," tandasnya. (chi/r7)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Pendapatan #ramadan #potensi #Pelayanan #PAD #jembatan