Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ngamen Gaya Preman, Ruang Publik Mataram Tak Aman?

nur cahaya • Minggu, 13 April 2025 | 22:30 WIB

 

ILUSTRASI: Pengamen tengah bernyanyi di depan pengunjung taman Loang Baloq, beberapa waktu lalu.
ILUSTRASI: Pengamen tengah bernyanyi di depan pengunjung taman Loang Baloq, beberapa waktu lalu.
 

LombokPost-Ulah pengamen yang memaki dan diduga mengintimidasi pengunjung Taman Sangkareang, Kota Mataram, viral di media sosial. Kejadian ini memicu respons cepat dari Pemkot Mataram yang berjanji menertibkan pengamen liar di ruang publik.

Dalam tangkapan layar yang beredar di media sosial, seorang pengunjung menyampaikan pengalaman tak menyenangkan saat didatangi pengamen. Karena tidak memberi uang, ia dan temannya justru mendapatkan makian kasar dan merendahkan dari pengamen tersebut.

“Tadi aku sama temenku didatengin sama pengamen di Sangkareang… Kita dikatain dan dia ngamuk. Di sana dari awal kita udah nolak, karena kita nggak punya cash. Tapi mas-nya malah marah,” tulis pengunjung dalam pesan yang diunggah.

Ia juga mengaku baru berani merekam setelah pengamen tersebut hendak pergi. “Jadinya kita nggak enak dan merasa kurang nyaman di Sangkareang, kak. Semoga pengamen kayak gini bisa lebih dihimbau sama Pemda,” lanjutnya.

Menanggapi keluhan ini, Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Lalu Syamsul Adnan menyatakan, penertiban akan segera dilakukan bekerja sama dengan Satpol PP. “Satpol PP sebagai garda terdepan pengawasan ketertiban umum akan melakukan penertiban terhadap semua bentuk pelanggaran trantibum. Selanjutnya, Dinas Sosial akan melakukan penjangkauan terhadap warga yang terjaring tersebut,” ujarnya.

Photo
Photo

Syamsul menjelaskan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya represif, tetapi juga edukatif. “Kami bersama lurah dan kepala lingkungan akan memberikan bimbingan mental kepada yang bersangkutan dan keluarganya. Bantuan juga akan diberikan sesuai hasil asesmen,” tambahnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kota Mataram Irwan Rahadi menegaskan pihaknya akan menggencarkan patroli di sejumlah taman kota. “Saya minta anggota gencarkan pengawasan terhadap pengamen yang dimaksud. Kawasan Udayana dan Sangkareang harus bebas pengamen, terlebih yang melakukan intimidasi kepada pengunjung,” tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi turut merespons dan menyebut bahwa penertiban pengamen berada di bawah kewenangan Satpol PP. “Satgas taman hanya mengurusi taman,” singkatnya.

Pemerintah Kota Mataram menegaskan komitmen menjaga ruang publik yang nyaman dan aman bagi seluruh masyarakat. Di samping itu, tidak akan mentolerir tindakan yang mengganggu ketertiban umum. (zad/r7)

Editor : Prihadi Zoldic
#edukatif #Terjaring #garda #sangkareang #pengunjung #ketertiban #Taman #pengamen