PT PLN melalui PLTMGU Lombok Peaker menjamin pasokan daya listrik dalam kondisi aman, bahkan diperkirakan akan tetap stabil hingga lima tahun ke depan.
Hal itu disampaikan oleh Manajer Perencana Sistem PLTMGU Lombok Peaker, I Nyoman Suparta. Ia menjelaskan bahwa saat ini sistem kelistrikan di Pulau Lombok memiliki cadangan daya sekitar 18 megawatt, dan angka ini masih bisa meningkat jika seluruh pembangkit beroperasi secara optimal tanpa gangguan pemeliharaan.
“Kalau seluruh unit pembangkit dalam kondisi normal, termasuk yang sedang maintenance sudah kembali masuk, cadangan bisa mencapai sekitar 30 sampai 40 megawatt,” ujarnya, Rabu (7/5/2025).
Dengan cadangan tersebut dan asumsi pertumbuhan permintaan listrik sekitar 5,54 persen per tahun, Suparta memastikan Kota Mataram masih berada dalam zona aman.
“Jadi secara keseluruhan kita masih aman untuk lima tahun ke depan,” tegasnya.
Sebagian besar pengguna tenaga listrik PLN juga berasal dari rumah tangga. Sementara persentase pengguna untuk industri masih tergolong kecil.
Tak hanya itu, dalam waktu dekat sistem kelistrikan Lombok juga akan diperkuat dengan kehadiran pembangkit baru berkapasitas besar.
Nyoman menyebutkan, pembangkit listrik tenaga gas di Sambelia, Lombok Timur, dengan kapasitas 100 megawatt, dijadwalkan mulai beroperasi secara bertahap.
“Antara Desember tahun ini atau awal semester dua tahun 2027,” terangnya.
Kehadiran pembangkit baru itu akan memperkuat ‘satu tubuh’ jaringan pasokan energi listrik di NTB.
“Kalau pembangkit di Sambelia sudah masuk sistem, daya cadangan kita akan semakin besar. Jadi dari sisi pasokan kita benar-benar siap untuk mengantisipasi kebutuhan listrik yang terus meningkat,” ujarnya.
Suparta juga melihat, pembangunan pembangkit baru untuk di Kota Mataram, sudah tidak memungkinkan lagi.
Selain karena keterbatasan lahan, kebijakan tata ruang kota juga tidak lagi mengakomodasi pembangunan infrastruktur pembangkit.
“Sekarang Mataram ini kan sudah sangat padat, lahannya terbatas, dan dalam RTRW juga tidak ada alokasi ruang untuk pembangkit. Jadi pengembangan diarahkan ke luar kota, seperti wilayah selatan, utara, atau timur Lombok, di mana lahan masih tersedia dan investasi jauh lebih efisien,” jelasnya.
Dengan sistem kelistrikan yang terus diperkuat dan perencanaan distribusi daya yang matang, PLN optimistis mampu mengimbangi pertumbuhan kebutuhan listrik seiring pesatnya pembangunan di Kota Mataram.
Hal ini sekaligus menjadi jaminan bagi investor dan masyarakat bahwa pasokan energi bukan lagi menjadi kendala dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kota.
Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram, Abd Rachman, menyambut baik kepastian dari PLTMGU Lombok Peaker yang menyatakan pasokan listrik di Kota Mataram aman hingga lima tahun ke depan.
Menurutnya, jaminan pasokan energi adalah salah satu faktor strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam menarik minat investor dan mengembangkan kawasan perkotaan.
“Ini kabar baik, karena kebutuhan dasar seperti listrik yang stabil menjadi pertimbangan utama bagi dunia usaha dan masyarakat. Apalagi kita sedang dorong investasi di sektor perumahan, perdagangan, dan industri kecil. Kalau pasokan listrik aman, itu sudah satu beban pikiran yang bisa dihilangkan,” ujar Rachman.
Ia juga menilai, rencana masuknya pembangkit baru di Sambelia dengan kapasitas 100 megawatt akan memperkuat sistem kelistrikan Pulau Lombok secara keseluruhan, termasuk Kota Mataram sebagai pusat pertumbuhan. Namun ia mengingatkan agar pemerintah daerah tetap mendorong penggunaan energi terbarukan dalam jangka panjang.
“Pembangkit baru itu tentu akan menopang kebutuhan jangka menengah. Tapi kita juga harus mulai pikirkan transisi energi. Di Mataram, mungkin sulit bangun pembangkit karena lahannya padat, tapi kita bisa dorong penggunaan panel surya di gedung-gedung pemerintah atau rumah tangga,” katanya.
Rachman menambahkan, DPRD siap mendukung kebijakan yang memperkuat infrastruktur energi, terutama yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. Ia berharap sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan DPRD terus terjaga untuk memastikan Mataram tidak hanya terang, tapi juga tumbuh berkelanjutan. (zad)
Editor : Siti Aeny Maryam