Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemkot Mataram Tuntaskan Muskel, Seluruh Kelurahan di Kota Mataram Kompak Dukung Koperasi Merah Putih

nur cahaya • Sabtu, 31 Mei 2025 | 06:47 WIB

 

SEPAKAT: Kepala Disperinkop UKM Mataram M.Ramadhani (dua dari kanan) menyaksikan hasil muskel tentang kesepakatan pembentukan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Mataram Barat.
SEPAKAT: Kepala Disperinkop UKM Mataram M.Ramadhani (dua dari kanan) menyaksikan hasil muskel tentang kesepakatan pembentukan Koperasi Merah Putih di Kelurahan Mataram Barat.
 

LombokPost - Pemkot Mataram berhasil menuntaskan musyawarah kelurahan (muskel) untuk membentuk Koperasi Merah Putih (KMP).

Hingga kini, seluruh 50 kelurahan di Kota Mataram telah menyelesaikan musyawarah tersebut.

Pengurus inti terdiri dari satu ketua, dua wakil ketua, serta masing-masing satu sekretaris dan bendahara.

Total ada lima pengurus inti. Mereka akan kembali berembuk untuk menunjuk manajer usaha dan manajer operasional.

“Jadi kami sudah siap 100 persen,” kata Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperinkop UKM) Kota Mataram M Ramadhani, Jumat (30/5).

Ia menyampaikan, muskel terakhir digelar di Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Selaparang, Kamis malam (29/5). Semua kelurahan sepakat membentuk Koperasi Merah Putih, lengkap dengan susunan pengurus.

“Tapi itu nanti setelah terbentuk badan hukum atau akta notaris pendirian koperasi,” jelas Dhani, sapaan akrab M Ramadhani.

Adapun dewan pengawas dipimpin oleh lurah setempat.

“Kalau pengurus koperasi harus warga yang memiliki KTP di kelurahan itu,” sambungnya.

Dari 50 kelurahan di Kota Mataram, sejauh ini baru Kelurahan Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, yang telah memiliki akta notaris.

Terkait penunjukan notaris yang akan menerbitkan akta pendirian koperasi, Pemkot Mataram bekerja sama dengan Ikatan Notaris Indonesia.

“Supaya tidak berebut dan tidak terjadi kecemburuan, Ikatan Notaris Indonesia sudah menunjuk notaris mana yang digandeng,” papar Dhani.

Sementara itu, hasil muskel juga memotret potensi jenis usaha yang akan dijalankan oleh masing-masing KMP.

Jenis usaha tersebut disesuaikan dengan potensi bisnis yang ada di tiap kelurahan.

Beberapa bidang usaha yang muncul antara lain pergudangan, penyediaan sembako, apotek, klinik, gudang LPG, simpan pinjam, hingga usaha pengawetan ikan di kelurahan yang berada di kawasan pesisir.

Lurah Kekalik Jaya Syafruddin menyampaikan pihaknya siap mendirikan KMP.

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

Melihat potensi wilayahnya, mereka telah membidik beberapa jenis usaha seperti pergudangan, toko sembako, simpan pinjam, apotek, dan klinik.

“Di tempat kami kan ada pengusaha yang produksi tahu tempe. Kami ingin menyiapkan gudang sebagai toko grosir penyedia kedelai,” kata Syafruddin. (mar/r7)

Editor : Rury Anjas Andita
#Kota Mataram #lurah #Notaris #KOPERASI MERAH PUTIH #pengawas