LombokPost - Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Mataram merampungkan program peningkatan keahlian intensif di bidang pemasaran dan branding kesehatan.
Bekerja sama dengan Programma Uitzending Managers (PUM), organisasi nirlaba asal Belanda, STIKES Mataram menggelar kegiatan Best Practices of Health Marketing and Branding selama sepekan, mulai 23 hingga 30 Mei 2025.
Program ini menyasar staf dan dosen melalui workshop, serta mahasiswa melalui sesi kuliah tamu.
Baca Juga: Tingkatkan Solidaritas Mahasiswa, Stikes Mataram Gelar Turnamen Futsal Antar Mahasiswa se Mataram
Bertujuan untuk memperkuat posisi STIKES Mataram sebagai institusi pendidikan kesehatan unggulan dan mewujudkan lulusan ketahanan tantangan industri.
PUM menghadirkan Koenrad Van Hasselt, pakar pemasaran dan penjualan yang ditugaskan khusus untuk program ini.
Sebagai Pakar Pemasaran dan Penjualan PUM, Koenrad dikenal berpengalaman sebagai manajer konsultan pemasaran.
Baca Juga: Dua Warga Negara Timor Leste Kuliah di Stikes Mataram, Alumni Banyak Go International
Kehadirannya menjadi angin segar dalam upaya STIKES Mataram memahami dinamika pasar kesehatan yang terus berkembang.
Dalam sesi workshop bersama dosen dan staf pemasaran, Koenrad memfasilitasi analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk memperdalam identitas dan posisi STIKES Mataram.
Analisis ini dinilai penting untuk mengidentifikasi kekuatan internal yang dapat dioptimalkan, serta tantangan yang perlu diatasi.
Baca Juga: Meriahkan Hospital Expo, Stikes Mataram Berkomitmen Jaga Mutu
Salah satu kekuatan yang diidentifikasi Koenrad adalah sentimen positif mahasiswa terhadap kampus. Mereka mengungkapkan rasa senang berkuliah di STIKES Mataram.
Lebih lanjut, alasan utama mahasiswa memilih STIKES Mataram adalah reputasi alumninya yang terbukti profesional dan sukses dalam karir.
Koenrad Van Hasselt menekankan pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap perjalanan siswa selama menjalani pendidikan.
“Penting untuk melihat perjalanan seorang mahasiswa dalam menjalani studinya. Sebagai pihak marketing STIKES Mataram harus mengetahui apa yang dirasakan dan diharapkan dari mahasiswa,” ujar Koenrad.
Baca Juga: Kuliah Umum Stikes Mataram Hadirkan Guru Besar Yang Juga Putri Dari Wapres Ma'ruf Amin
Pemahaman ini dinilai esensial untuk merumuskan strategi pemasaran yang relevan dan efektif, tidak hanya menarik calon mahasiswa, tetapi juga menjaga kepuasan mahasiswa yang sudah ada.
Ketua STIKES Mataram Prof Chairun Nasirin menyambut baik dan mengapresiasi program ini. Ia berharap kegiatan tersebut memberikan dampak positif yang signifikan.
“Diharapkan dengan kegiatan ini, tim marketing STIKES Mataram semakin ahli dalam manajemennya dan mahasiswa yang nantinya akan menjadi tenaga kesehatan profesional semakin siap untuk menjadi wirausaha di bidang kesehatan,” kata Prof Chairun.
Visi tersebut menunjukkan komitmen STIKES Mataram untuk tidak hanya mencetak tenaga kesehatan yang kompeten secara klinis, tetapi juga berjiwa wirausaha, suatu keterampilan penting di era globalisasi.
Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Endy Bebasari menambahkan, bahwa ini merupakan kali kedua STIKES Mataram bekerja sama dengan PUM.
“Kegiatan ini merupakan kali kedua setelah tahun lalu mengadakan program tentang pendidikan,” jelas Endy.
Baca Juga: Kuliah Umum Stikes Mataram Hadirkan Guru Besar Yang Juga Putri Dari Wapres Ma'ruf Amin
Hal ini mengakhiri kemitraan strategi antara STIKES Mataram dan PUM dalam upaya peningkatan kualitas. Endy juga menegaskan komitmen institusi untuk terus berinovasi.
“STIKES Mataram tidak akan berhenti untuk berupaya meningkatkan kualitas pelayanan terutama dalam bidang kemahasiswaan,” tutupnya.
Pernyataan ini memperkuat tekad STIKES Mataram untuk terus memberikan yang terbaik bagi mahasiswa dan komunitasnya, serta memastikan lulusan siap bersaing di dunia kerja dan menjadi agen perubahan positif dalam sistem kesehatan. (chi/r7)
Editor : Kimda Farida