LombokPost-Ketua Komisi II DPRD Kota Mataram, Irawan Aprianto, buka suara soal lesunya aktivitas pariwisata.
Ia menilai, pemerintah kota sedikit lambat mengantisipasi penurunan jumlah tamu hotel.
Harus ada gerakan dan aksi nyata dalam menggeliatkan sektor pariwisata di ibu kota Provinsi NTB ini.
“Kita ingin melihat program nyata,” tekan Irawan, Selasa (24/6).
Menurutnya, beberapa daerah tetangga sudah gerak cepat membuat acara kolaborasi atau event besar untuk menghidupkan lagi sektor pariwisata yang mandek.
“Apakah ada upaya seperti event pariwisata, kerja sama dengan daerah lain, atau kebijakan yang bisa meminimalisir dampaknya?” ujarnya lagi.
Baca Juga: Demi Pariwisata NTB, Lombok Tengah dan Lombok Timur Perlu Segera Duduk Bersama
Padahal, pariwisata digadang-gadang jadi sektor unggulan di Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Namun, Irawan menyebut visi ini masih banyak yang belum dituangkan dalam aksi.
Bulan depan, Mataram akan menggelar ajang olahraga masyarakat (Kormi) yang diprediksi menarik 15 ribu orang. Tapi, Irawan mengingatkan jangan puas dulu.
“Jangan hanya satu event, habis itu sepi lagi,” tegasnya.
Baca Juga: Lotim dan Loteng Perlu Majukan Pariwisata Bersama-sama, Soal Teluk Ekas Regulasi Jadi Kata Kunci
Ia berharap ada agenda rutin dan berkelanjutan. Bukan cuma ramai sesaat, lalu senyap kembali.
“Harus ada kesinambungan,” katanya menegaskan.
Sebagai solusi, Irawan mendorong Pemkot meniru pola sukses daerah lain yang bikin paket wisata lintas wilayah. Contohnya kerja sama Badung–Yogyakarta yang terbukti mendatangkan banyak wisatawan.
Politisi PKS ini mengingatkan pemerintah kota agar serius dan cepat mengambil langkah. Bagi dia, pekerja pariwisata butuh kepastian kerja,
“Terobosan nyata lebih penting daripada program sementara,” pungkasnya.
Editor : Akbar Sirinawa