Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Sosok Shafirra Aqilla Rachman, Siswa SD yang Berhasil Taklukkan Puncak Gunung Rinjani di Usia 10 Tahun

Fratama P. • Senin, 30 Juni 2025 | 18:26 WIB
Sosok Shafirra Aqilla Rachman yang berhasil taklukkan Gunung Rinjani
Sosok Shafirra Aqilla Rachman yang berhasil taklukkan Gunung Rinjani

LombokPost - Ketangguhan dan semangat pantang menyerah ditunjukkan oleh Shafirra Aqilla Rachman, seorang bocah berusia 10 tahun asal Mataram yang taklukkan Gunung Rinjani.

Shafirra Aqilla Rachman baru kelas 5 SD Integral Luqmanul Hakim Kota Mataram ini berhasil menaklukkan puncak tertinggi Pulau Lombok, yakni Gunung Rinjani. 

Prestasi luar biasa ini dicapai Shafirra Aqilla Rachman dalam pendakian selama 3 hari 2 malam.

Dengan ketangguhan mental dan fisiknya, Shafirra Aqilla Rachman berjuang mendaki gunung yang dikenal menantang ini. 

Meskipun tidak didampingi kedua orang tuanya selama pendakian, Shafirra Aqilla Rachman berhasil mencapai puncak. 

Lebih membanggakan lagi, Shafirra Aqilla Rachman juga sukses menaklukkan jalur Later E di Gunung Rinjani, sebuah rute yang kerap memakan korban jiwa karena tingkat kesulitannya.

Profil Shafirra Aqilla Rachman dan Kisah di Balik Pendakian Rinjani

Belakangan diketahui, Shafirra Aqilla Rachman merupakan anak kedua dari Abd. Rachman, Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram. 

Ia dikenal sebagai gadis yang tangguh dan memiliki kegemaran pada hobi ekstrem, salah satunya adalah mendaki gunung. 

Di usianya yang masih sangat muda, 10 tahun, Shafirra Aqilla Rachman ingin membuktikan diri dan menjawab tantangan untuk menaklukkan Gunung Rinjani untuk pertama kalinya.

Keputusannya untuk mendaki Gunung Rinjani di tengah berita hangat seputar kecelakaan pendakian yang menimpa Juliana Marins, pendaki asal Brasil, rupanya tidak menyurutkan semangat Shafirra Aqilla Rachman. 

Justru, hal tersebut semakin membakar tekadnya untuk melangkahkan kaki menuju puncak Gunung Rinjani.

Kecemasan Sang Ayah dan Restu untuk Pendakian

Shafirra Aqilla Rachman berangkat bersama tiga orang temannya, yang dua di antaranya masih SMA dan satu lainnya SMP.

Rasa cemas dan was-was sempat dirasakan Rachman ketika anaknya pertama kali meminta izin untuk mendaki. 

“Awal menyebutkan kata Rinjani saya sebagai ayah sudah cemas, apalagi saat itu sedang viral bule Brazil yang terjatuh, sempat saya mau melarang,” ucap Rachman.

Meski begitu, Shafirra Aqilla Rachman dengan semangat membara berusaha meyakinkan ayahnya. 

Akhirnya, ia diizinkan dengan satu syarat yaitu harus mengikuti semua arahan dari pemandu pendakian atau Tracking Organiser (TO) yang ditugaskan oleh sang ayah untuk mendampingi.

Perjalanan Penuh Tantangan dan Dukungan Intens

Shafirra Aqilla Rachman memulai pendakiannya pada Jumat, 28 Juni 2025, tepat pada hari pertama pembukaan kembali jalur Gunung Rinjani setelah sempat ditutup akibat insiden tragis yang menimpa Juliana Marins. 

Kondisi ini menunjukkan keberanian luar biasa Shafirra Aqilla Rachman, yang justru semakin termotivasi oleh berita kecelakaan tersebut. 

Tekad Shafirra Aqilla Rachman yang begitu kuat untuk mendaki akhirnya meluluhkan hati ayahnya. 

Rachman pun terpaksa mengantar putri kesayangannya sampai ke Pelawangan Sembalun, titik awal pendakian.

“Berat rasanya, tapi keinginan kuat putri kesayangan saya ini yang buat saya luluh, saya antarkan sampai ke pelawangan Sembalun,” kata Rachman.

Setelah mengantar, Rachman intens berkomunikasi dengan TO yang mendampingi putrinya. 

Sesekali, TO tersebut mengirimkan video dan foto Shafirra Aqilla Rachman selama perjalanan pendakian. 

“Capeknya, sampai ada momen dia tertidur kelelahan saat pendakian ke puncak, sebagai seorang Ayah tentu khawatirnya bukan main,” ungkap Rachman, menunjukkan kekhawatirannya sebagai seorang ayah.

Puncak Tercapai, Inspirasi Tercipta

Akan tetapi, setelah menempuh perjalanan sekitar 6 jam menuju puncak, Shafirra Aqilla Rachman akhirnya berhasil menginjakkan kaki di titik tertinggi Rinjani. 

“Harus dan bangga lihat gadis kecil saya berhasil sampai puncak, alhamdulillah dia sampai dan pulang dengan selamat,” ungkap Rachman dengan penuh kelegaan.

Bagi Rachman, pencapaian Shafirra Aqilla Rachman hingga puncak Gunung Rinjani bermula dari kemauan diri dan ketangguhannya yang luar biasa. 

Shafirra Aqilla Rachman telah membuktikan bahwa ia mampu menghadapi rintangan, melawan ketakutan, dan membangun interaksi positif dengan orang-orang di sekitarnya. 

Kisah Shafirra Aqilla Rachman adalah bukti bahwa ia telah tumbuh menjadi sosok yang tangguh, berani, dan menginspirasi banyak orang. 

Shafirra Aqilla Rachman tidak hanya mencapai impiannya mendaki Gunung Rinjani (gunung tertinggi kedua di Indonesia), tetapi juga telah mengukir namanya sebagai inspirasi bagi banyak generasi muda lainnya.***


 

Editor : Fratama P.
#Gunung Rinjani #Shafirra Aqilla Rachman