LombokPost – Kehadiran ratusan kendaraan pegawai perusahaan PT Ekosistem Digital Nusantara (EDN) vendor beberapa Pinjaman Online (Pinjol) yang berkantor di Mataram Mall.
Kondisinya kini menjadi sorotan utama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram.
Kendaraan-kendaraan ini memadati area parkir luar di depan pelataran toko, menyebabkan kerugian bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan keresahan bagi pemilik toko serta juru parkir setempat.
Baca Juga: 18 Jukir Liar Diamankan Petugas Gabungan, Dampaknya PAD Parkir Bocor Miliaran Rupiah
"Saking banyaknya karyawan pinjol, jukir yang diprotes. Karena banyaknya kendaraan tersebut,” kata Kepala UPTD Parkir Dishub Kota Mataram Lalu Muhammad Sopandi.
Ia menambahkan, permasalahan muncul karena karyawan PT EDN mulai bekerja sejak pagi hari, bahkan sebelum jukir tiba, dan baru pulang pada malam hari. “Kalau jukir kan kapan toko buka, di situ datangnya," ucapnya.
Kondisi ini membuat retribusi parkir yang hanya Rp 1.000 per kendaraan tidak sebanding dengan durasi parkir hingga 12 jam.
Menurut Sopandi, area sepanjang hampir 200 meter di depan deretan toko Mataram Mall kini didominasi ratusan kendaraan pribadi pegawai pinjol.
“Kalau seperti ini, jukir bisa kewalahan karena retribusi hanya seribu sedangkan jukir mengamankan selama 12 jam," imbuhnya.
Sopandi menegaskan, manajemen Mataram Mall harus mengambil langkah tegas untuk mengarahkan kendaraan karyawan pinjol agar parkir di area dalam.
“Sekiranya pinjol ini, Mataram Mall bagaimanapun caranya membawa kendaraan ini untuk parkir di area parkir dalam," tegasnya.
Jika kendaraan masuk ke area parkir dalam, itu menjadi tanggung jawab manajemen Mataram Mall dan mereka bisa menerapkan tarif progresif. Bahkan, bagi karyawan yang berlangganan, bisa diberikan potongan harga.
Hal tersebut sesuai dengan kesepakatan yang ditawarkan Dishub kepada pihak Mataram Mall, untuk memfasilitasi pelayanan parkir yang lebih baik, baik bagi pengunjung maupun perusahaan yang berbisnis di Mataram Mall.
“Misalnya sebulan Rp 50 ribu, bisa jadi Rp 25 ribu yang penting parkir di dalam. Itu yang disepakati dengan manajemen agar pegawai tidak merasa berat parkir di dalam," terang Sopandi.
Ia juga meyakini, jika kendaraan karyawan parkir di dalam, jukir dapat lebih fokus melayani pengunjung di depan toko, dan pemilik toko pun akan merasa lebih nyaman. “Ya Mataram Mall nanti rugi sendiri, karena parkir di dalam itu masih kosong,” akunya.
Dampak negatif dari parkir liar ini juga dirasakan oleh para pemilik toko. Gusti Bagus, salah satu pemilik toko di Mataram Mall, mengungkapkan keluhannya.
“Banyak pelanggan mengeluh karena kesulitan mencari tempat parkir. Depan toko penuh motor pegawai Pinjol. Teguran yang kami sampaikan sering tidak digubris," ungkapnya.
Baca Juga: Jukir Tarik Setoran Ilegal di Pasar Kebon Roek, 150 Pedagang Memilih Berjualan di Area Parkir
Sementara itu, Amar, seorang juru parkir di kawasan tersebut, mengakui adanya penurunan setoran harian.
“Kalau semua motor itu diam di tempat dari pagi sampai malam, kita rugi. Jumlah motor memang banyak, tapi perputaran parkir rendah," keluhnya. (chi/r9)
Editor : Siti Aeny Maryam