LombokPost - Banjir besar melanda Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu (6/7/2025), setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah ini sejak siang hingga sore.
Air sungai meluap, merendam ribuan rumah, menenggelamkan kendaraan, dan memaksa ratusan warga mengungsi.
Laporan resmi dari BPBD NTB menyebutkan bahwa lebih dari 30 ribu jiwa terdampak, menjadikannya salah satu bencana banjir terbesar dalam beberapa tahun terakhir.
Titik Parah Tergenang Air: BTN Riverside hingga Mahkota Bertais
Banjir tercatat meluas di lima kecamatan yaitu Sandubaya, Mataram, Cakranegara, Sekarbela, dan Ampenan.
Perumahan elite BTN Riverside Swete terendam hingga lutut orang dewasa.
Begitu pula wilayah Mahkota Bertais, Majeluk, dan Kekalik Gerisak yang berubah menjadi lautan air.
Bahkan dinding tembok TPST Sandubaya roboh ke jalan raya akibat terjangan air deras.
Air juga melumpuhkan aktivitas di sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman padat penduduk.
Evakuasi Tengah Malam: Lansia dan Anak-anak Diselamatkan
Proses evakuasi dilakukan secara dramatis oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD NTB bersama TNI, Polri, Basarnas, dan relawan.
Evakuasi berlangsung hingga malam hari. Sejumlah warga yang terjebak banjir di BTN Riverside Swete berhasil dievakuasi menggunakan perahu karet.
Data dari BPBD mencatat sebanyak 520 jiwa mengungsi dari rumahnya dan 15 orang mengalami luka-luka. Tidak ada korban jiwa dilaporkan, namun proses pendataan masih terus berlangsung.
Baca Juga: Banjir Besar! Gubernur Iqbal Perintahkan ASN Tak Usah Ngantor Demi Bantu Warga
Data Resmi: Lebih dari 7.700 KK Terdampak
Berdasarkan laporan Pusdalops-PB BPBD NTB per 7 Juli 2025 pukul 11.30 WITA, dampak banjir mencakup:
- 7.714 KK / 30.833 jiwa terdampak
- 520 jiwa mengungsi
- 15 luka-luka
- 9 rumah rusak berat
- 1 fasilitas kesehatan terendam
- 14 kantor, puluhan toko dan kendaraan ikut terendam
- 1 jembatan putus
Penyebab: Drainase Tak Mampu Tampung Hujan Deras
Hujan deras disertai petir dan angin kencang menyebabkan aliran air sungai meluap, tidak tertampung oleh saluran drainase kota. Peta sebaran banjir menunjukkan luapan air terjadi sepanjang jalur sungai utama, mulai dari wilayah timur hingga ke barat Kota Mataram.
Dapur Umum Didirikan, Gotong Royong Digalakkan
Sebagai bagian dari penanganan darurat, BPBD bersama Dinas Sosial NTB mendirikan dapur umum untuk pengungsi dan relawan.
Dapur umum ini menyediakan makanan siap saji dan air mineral.
Selain itu, pembersihan material sisa banjir juga langsung dilakukan. Petugas dari berbagai instansi dikerahkan untuk membersihkan sisa lumpur dan genangan air.
Kebutuhan Mendesak dan Himbauan Resmi
BPBD NTB merilis sejumlah kebutuhan mendesak, antara lain:
- Makanan siap saji
- Air mineral
- Terpal
- Alat kebersihan
Sementara itu, masyarakat diminta tetap waspada menghadapi potensi banjir susulan dan tidak membuang sampah sembarangan yang bisa menyumbat saluran air.
“Masyarakat diimbau membersihkan lingkungan dan memperhatikan sistem drainase agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. H. Ahmadi, SP-1.
Kerugian lainnya yang dilaporkan:
- Puluhan kendaraan terseret banjir.
- Satu jembatan penghubung dilaporkan putus.
- Proses pendataan dampak di sejumlah kelurahan masih berlangsung.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin