Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

  Target “Untung Besar” dari Fornas Juga Tanggapi Keluhan Pengusaha Hotel Melati, Dewan Dorong Libatkan Sebanyak-banyaknya UMKM

Lombok Post Online • Kamis, 24 Juli 2025 | 15:13 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

 

LombokPost – Menjelang gelaran akbar Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) VIII di NTB dari tanggal 26 Juli – 1 Agustus.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana ingin jadikan ibu kota sebagai salah satu episentrum suksesnya event nasional tersebut.

Mohan menargetkan tiga sukses sekaligus: sukses penyelenggaraan, sukses ekonomi, dan sukses citra daerah.

“Memang tugas kami memastikan agar Kota Mataram tampil sebagai tuan rumah yang baik, meskipun secara formal tuan rumahnya adalah Pemerintah Provinsi NTB,” kata Mohan, Rabu (23/7).

Ia menegaskan, Mataram mendapat porsi cukup besar dalam agenda Fornas kali ini, baik sebagai lokasi pembukaan hingga pelaksanaan banyak cabang olahraga. Karena itu, kesiapan infrastruktur, kebersihan kota, serta atmosfer keramahan masyarakat menjadi prioritas yang dipersiapkan.

“Kami ingin tamu-tamu dari luar merasa nyaman, karena itu kebersihan kota, keamanan lingkungan, dan suasana yang bersahabat adalah wajah pertama yang mereka lihat,” ujarnya.

Mohan menyebutkan, sejak ditetapkannya NTB sebagai tuan rumah Fornas, Pemkot Mataram langsung tancap gas menyiapkan segala hal teknis maupun nonteknis yang dibutuhkan. Ruang-ruang publik dipoles, venue disiapkan, dan mobilisasi petugas lapangan diperkuat, memastikan kelancaran tiap titik kegiatan.

Ia juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta menjaga nama baik kota. Termasuk para pelaku usaha pariwisata, sektor transportasi, dan pengelola penginapan.

“Yang penting bagi kami, Mataram bisa memberikan kesan positif bagi siapa pun yang datang, itu bagian dari tanggung jawab sebagai tuan rumah,” tambahnya.

Baca Juga: FORNAS VIII 2025 Jadi Magnet Dunia, Bilal Erdoğan Hadir, Perkuat Sport Tourism dan Budaya Nusantara

Fornas diperkirakan akan mendatangkan 16 ribu peserta dan tamu dari seluruh Indonesia. Di sinilah letak potensi ekonomi yang ingin dioptimalkan.

“Kami ingin agar event ini bisa sukses secara ekonomi, masyarakat kita bisa merasakan dampaknya, terutama sektor UMKM, transportasi, hingga jasa penginapan,” katanya.

Ia menilai, antusiasme sudah mulai terasa dari antusias masyarakat menyambut kegiatan. Sejumlah pedagang mulai mempersiapkan diri, sementara okupansi hotel dikabarkan, menyentuh 90 persen.

Namun Mohan juga mengingatkan para pengelola hotel agar tidak memanfaatkan situasi, dengan menaikkan harga seenaknya. “Saya imbau para pemilik hotel tetap menjaga etika bisnis. Jangan naikkan harga semaunya. Tamu-tamu ini juga datang dengan banyak kebutuhan, jangan dipersulit,” pesannya tegas.

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Ia menyebut, hingga saat ini belum ada laporan kecurangan atau lonjakan harga yang tak wajar. Tapi ia memastikan akan menindak jika ditemukan indikasi pelanggaran.

Tak kalah penting bagi Mohan adalah sukses pencitraan daerah. Baginya, Fornas bukan sekadar agenda olahraga, melainkan ajang strategis memperkenalkan Kota Mataram ke kancah nasional.

“Jika mereka merasa nyaman, bersih, aman, dan ramah selama di sini, maka secara tidak langsung mereka jadi duta promosi untuk kota kita,” ujarnya.

Ia berharap, wajah Mataram selama Fornas bisa menjadi etalase memperlihatkan harmoni masyarakat. Berikutnya, keindahan kota, serta kesiapan birokrasi dalam mengelola event besar.

Mengenai keluhan sebagian pengusaha hotel kelas melati yang belum mendapat banyak tamu, Mohan menanggapi dengan optimis. Menurutnya, kebutuhan akomodasi akan meningkat pesat begitu para kontingen benar-benar tiba.

“Saya kira nanti akan menyebar juga ke hotel-hotel Melati. Sekarang kita tunggu saja dulu. Ketika tamu-tamu sudah berada di sini, pasti mereka akan mencari opsi-opsi yang tersedia,” jelasnya.

Semua jenis penginapan tetap berpeluang menikmati manfaat ekonomi dari event ini, asal mampu memberikan pelayanan terbaik. Dengan nada optimis tapi realistis, ia  mengajak seluruh elemen kota memanfaatkan event ini.

“Sukses ini tidak bisa hanya diukur dari jumlah tamu atau lancarnya acara. Yang terpenting adalah apa yang tertinggal setelah mereka pulang. Semoga yang tertinggal adalah kesan baik tentang Mataram,” harapnya.

Anggota DPRD Kota Mataram Herman, mengingatkan pemerintah kota tidak menyia-nyiakan potensi ekonomi dari gelaran akbar Fornas. Sebagai tokoh yang dikenal aktif memperjuangkan sektor UMKM, Herman menegaskan pentingnya pelibatan nyata pelaku usaha lokal dalam setiap venue kegiatan.

“Jangan sampai Fornas ini cuma lewat saja di Mataram, Harus ada multiplier effect yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para pelaku UMKM,” tegasnya.

Ia mengapresiasi penetapan Kota Mataram sebagai salah satu pusat kegiatan Fornas. Di samping itu, menyampaikan terima kasih kepada panitia pusat maupun Pemerintah Provinsi NTB.

“Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk ayo sama-sama kita sukseskan event ini,” tegasnya.

Menurutnya, Pemkot wajib mengawal agar momentum besar ini benar-benar memberi dampak ekonomi riil. “Kita harus pastikan UMKM tidak hanya jadi pelengkap, mereka harus diberi ruang nyata, akses yang jelas, bukan cuma jadi penggembira,” tegasnya.

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana sikapi gelaran Fornas, inginkan Mataram jadi salah satu episentrum event nasional tersebut.
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana sikapi gelaran Fornas, inginkan Mataram jadi salah satu episentrum event nasional tersebut.

Selanjutnya, politisi Gerindra itu meminta setiap venue yang berada di wilayah Kota Mataram, seperti di Udayana atau sekitar Lapangan Sangkareang, secara tegas disiapkan tempat khusus untuk pelaku UMKM. “Harus disiapkan ruang, komunikasi dengan panitia lokal dan nasional harus intens,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan agar dapat mengakomodir lebih banyak UMKM yang diakomodir. Menurutnya, peluang besar ini harus dibuka seluas mungkin.

“Kalau hanya beberapa UMKM yang tampil, itu tidak adil. Harus dibuka berlapis. Kalau bisa belasan ribu pelaku UMKM kita ikut kecipratan dampaknya,” tambahnya. (zad/r9)

Editor : Siti Aeny Maryam
#Kota Mataram #keamanan #Kebersihan #Fornas #olahraga