Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Harga Kuliner Festival Kota Tua Dikeluhkan, Dispar Tekankan Harga Harus Wajar

Lombok Post Online • Senin, 28 Juli 2025 | 07:56 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Festival Kota Tua Ampenan 2025 yang dirancang untuk menyambut Fornas, disambut antusias warga dan wisatawan.

Namun di balik semarak panggung musik, pameran UMKM, dan gemerlap lampu tempo dulu, beberapa pengunjung mulai angkat suara terkait satu hal yang dinilai mengganggu kenyamanan mereka.

Harga makanan dan minuman yang dinilai terlalu mahal.

“Jujur saja, saya bawa dua anak, istri, cuma beli minuman dan camilan ringan sudah hampir seratus ribu,” ungkap Heri, wisatawan asal Lombok Barat sembari tersenyum kecut, Sabtu malam (26/7).

Ia sampai merinci membeli seporsi sate, dua sosis bakar untuk anak-anaknya, snack kacang, dua air mineral tanggung, dan seporsi kentang goreng. “Totalnya Rp 90 ribu,” ungkapnya.

Di satu sisi ia mencoba memahami alasan naiknya harga di kawasan wisata itu. “Ya mungkin karena ini tempat wisata jadi harga dinaikkan,” ucapnya.

Tapi untuk keluarga ekonomi menengah ke bawah sepertinya, ia kini punya alasan untuk mencari tempat wisata yang lain. “Ya mungkin kalau tamu-tamu luar, tidak seberapa ya, hitung-hitung berwisata. Tapi bagi kami, mungkin kami akan cari tempat yang lain saja,” celetuknya.

Begitu juga dengan Ratna, pengunjung lainnya. Tadinya ia berpikir karena konsep acaranya dibuat merakyat, maka acara akan lebih bersahabat dengan kantong mereka. 

“Tadi kaki pikir ini pesta rakyat, pikirnya harga rakyat juga, tahunya seperti harga di cafe,” gerutunya.

Keluhan serupa juga datang dari Aisyah, pengunjung remaja dari Sandubaya. Ia mengaku cukup terkejut saat mengetahui harga satu porsi sosis bakar dibanderol Rp 15 ribu.

“Biasnya harga segini dapet Rp 5 ribu di sini dijual Rp 15 ribu, tahu begini, mending jajan di luar aja sebelum masuk,” celetuknya.

Pengunjung juga merasa dibuat bingung karena daftar menu yang diberikan tidak disertai dengan harga. “Disodori menu tapi nggak ada harganya,” ucapnya kemudian sambil tertawa. 

Ia belum mengetahui apakah semua lapak menjual harga tinggi. “Belum tahu juga, apakah semua patok harga segitu,” ucapnya.

Berbeda dengan keluhan di sektor kuliner, wahana permainan anak seperti melukis anak, hingga sewa mobilan listrik justru mendapat respons positif. Tarifnya dinilai masih dalam kategori wajar.

“Kalau spot anak sih masih oke, tadi sewa Rp 15 ribu untuk 15 menit, semenit berarti seribu rupiah, ya oke sih,” ucapnya.

PENUH: Penonton memadati mini Amfiteater Eks Pelabuhan Ampenan untuk menonton pertunjukan seni dan budaya Sasak, Sabtu malam (26/7).
PENUH: Penonton memadati mini Amfiteater Eks Pelabuhan Ampenan untuk menonton pertunjukan seni dan budaya Sasak, Sabtu malam (26/7).

Festival Kota Tua Ampenan dijadwalkan berlangsung hingga 28 Juli 2025, menampilkan beragam atraksi budaya, seni jalanan, fashion show tempo dulu, hingga zona kuliner.

Harapan panitia, perputaran ekonomi tetap menggeliat tanpa mengorbankan rasa keadilan pengunjung.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Kota Mataram optimis jumlah kunjungan ke spot wisata, bisa naik signifikan. Hal ini dengan telah mulai dilaksanakannya, gelaran Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) VIII Tahun 2025.

Event berskala nasional ini, diprediksi mendatangkan hingga 15 ribu orang peserta dan pendamping ke Kota Mataram.

“Kita telah melakukan berbagai persiapan di sejumlah titik destinasi andalan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra.

Titik yang dipersiapkan antara lain, kawasan Loang Baloq dan Pantai Ampenan. Salah satu fokus utama adalah aspek kebersihan lingkungan.

“Pokdarwisnya juga sudah kita ingatkan untuk menjaga kebersihan,” katanya.

Cahya juga mengimbau para pelaku usaha kuliner agar tetap menjaga stabilitas harga selama event berlangsung. “Kita harapkan juga untuk tetap stabil harga makanan yang dijual,” harapnya. 

Editor : Akbar Sirinawa
#kota tua #Fornas #wisata #kawasan #Ampenan #FESTIVAL