Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Iwani dengan Sentuhan Lokal Masuk Pasar Global di Balik Skincare Ramah Lingkungan, Banyak Terumbu Karang Mati Karena Sunscreen

Lombok Post Online • Selasa, 29 Juli 2025 | 09:09 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post

LombokPost - Iwin Insani dari Mataram sukses meluncurkan Iwani, brand skincare outdoor ramah terumbu karang yang inovatif.

Berawal dari riset dampak sunscreen kimia pada terumbu karang di Hawaii, Iwani kini menciptakan produk perlindungan kulit berbahan baku lokal.

Ia berhasil tembus pasar Jerman serta Belanda.

HIRUK-PIKUK industri kecantikan yang didominasi produk-produk massal, hadir sesosok perempuan inspiratif dari Dasan Cermen, Kota Mataram, yang membawa napas baru, Iwin Insani. Lewat brand Iwani, ia tak sekadar menciptakan produk skincare, melainkan merajut filosofi keberlanjutan, pemberdayaan lokal, dan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya ekosistem laut yang rentan. 

Fokus utamanya, skincare outdoor, terutama tabir surya yang ramah terumbu karang.

Bukan tanpa alasan Iwani memilih jalur ini.

“Kami fokus pada skincare outdoor yang ada sunscreen ramah terumbu karang,” tutur Iwin. 

Ia menjelaskan, ramah terumbu karang bukan berarti berbahan dasar terumbu karang, melainkan diformulasikan agar tidak melukai, menyakiti, apalagi mematikan terumbu karang. Sebuah komitmen yang berangkat dari penelitian mendalam.

Ide ini bermula dari riset yang dilakukan di Hawaii. “Di Hawaii ada penelitian yang mengatakan kalau banyak terumbu karang yang mati karena sunscreen berbahan kimia,” ungkap Iwin. 

Hasil studi tersebut menjadi pemicu bagi Iwani mengembangkan produk yang tidak hanya melindungi kulit manusia, tetapi juga menjaga kelestarian biota laut. “Melindungi kita juga, terumbu karang juga,” imbuhnya.

Setelah mempelajari penelitian tersebut secara seksama, Iwin dan timnya mendalami daftar bahan yang boleh dan tidak boleh digunakan. Pertanyaan adalah, bisakah prinsip Hawaii ini diterapkan di Indonesia?

Jawabannya adalah bisa dengan sentuhan kearifan lokal. Proses riset dan pengembangan Iwani melibatkan eksplorasi bahan baku lokal yang kaya.

Minyak kelapa lokal, beeswax, dan berbagai ekstrak alami lainnya diuji coba berulang kali melalui proses trial and error yang panjang. Hingga akhirnya, Iwani berhasil menemukan formulasi yang pas, bahkan diuji secara in vitro (ICO 24444) dan terbukti memiliki SPF 30+ dengan daya cover 97 persen.

“Kita minus dua, jadinya hanya boleh menyebut SPF 30+,” terangnya. 

Playstore Lombok Post
Playstore Lombok Post

Angka ini menandakan, produknya sangat efektif dalam melindungi kulit dari paparan sinar UV sejalan dengan SPF 50 yang memiliki daya cover 99 persen. Kekuatan Iwani terletak pada sumber bahan bakunya yang murni dari tanah air.

Minyak kelapa premium didatangkan langsung dari Lombok Utara. Sementara beeswax, yang berfungsi sebagai agen water resistant alami, diperoleh dari Sumbawa, Lombok Barat, hingga Sulawesi.

“Banyak yang bertanya kenapa produknya balm, karena memang kalau mau water resistant dan berbahan baku natural lokal, itu pasti bee’s wax itu sebagai water resistant di sunscreen maupun lipbalm,” jelasnya.

Tak hanya itu, Iwani juga memanfaatkan mentega tengkawang dari Kalimantan, hasil binaan langsung dari suku Dayak. Mentega ini dibuat dari biji kayu meranti merah.

Iwin memiliki visi yang kuat di balik pemilihan bahan ini. “Dulu kalau meranti merah dijual ditebang karena mahal. Kami dengan sustainable value-nya ngajarin jangan ditebang. Tapi bijinya bisa diolah menjadi mentega tengkawang,” paparnya dengan nada penuh semangat. 

Mentega tengkawang ini berfungsi sebagai moisturizing agent yang melembapkan dan melembutkan kulit dalam produk Iwani.

Saat ini, Iwani telah memiliki sekitar 30 jenis produk, mulai dari sunscreen, massage oil, three-in-one after sun, lipbalm, obat nyamuk natural, body moisturizing, hingga hotel amenities.

“Makanya ketika kemarin harga minyak kelapa naik, kami pusing, tapi karena kami stok banyak, jadi ya sudahlah,” kenang Iwin sambil tersenyum.

Perjalanan Iwani tidak berhenti di pasar domestik. Produk-produknya kini telah menembus pasar internasional, dengan ekspor ke Jerman dan Belanda.

Sekali pengiriman, Iwani bisa mengekspor hingga 2.000 pcs, tergantung pesanan. Sebuah pencapaian yang membanggakan bagi sebuah perusahaan kecil.

PRODUK LOKAL: Skincare natural lokal Iwani yang ramah lingkungan saat di salah satu bazaar di Kota Mataram, beberapa waktu lalu. 
PRODUK LOKAL: Skincare natural lokal Iwani yang ramah lingkungan saat di salah satu bazaar di Kota Mataram, beberapa waktu lalu. 

“Kalau untuk perusahaan kecil itu lumayan lah,” tutupnya dengan nada merendah. (SANCHIA VANEKA, Mataram/r9)

Editor : Siti Aeny Maryam
#skincare #internasional #produk #pasar #Mataram #Terumbu Karang