LombokPost - Setelah menyusuri ruang-ruang istimewa, kami tiba di ruang yang seharusnya menjadi pembuka dari seluruh laporan ini. Di ruangan inilah, harapan yang lama dipendam menemukan tempatnya untuk tumbuh.
DI SUDUT tenang lantai pelayanan utama, tepat di bawah tulisan bercahaya “Lombok IVF – The Perfect Place to Make Your Dream Come True”, sepasang suami istri muda duduk tenang. Seorang petugas administrasi mengenakan kerudung motif bunga dan kacamata bulat menyapa dengan hangat.
Mereka bukan pasien pertama pagi itu. Namun tatapan mereka mengisyaratkan ini adalah awal dari sesuatu yang penting.
“Di sini keputusan besar mulai dibahas,” kata Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram dr. Hj. NK Eka Nurhayati, SpOG., SubspFER., M.Kes., M.Sc., Senin (4/8).
Ruangan ini menjadi tempat sakral bagi langkah pertama mereka. Sebuah ruang registrasi yang dirancang bukan seperti konter rumah sakit pada umumnya yang kaku dan terburu-buru.
Meja putih marmer dengan sudut membulat memberikan kesan lembut. Kursi-kursi berlapis kulit sintetis hitam tersusun sejajar, memberi kenyamanan bagi para pasangan yang menanti giliran.
Di balik meja, pencahayaan hangat dari instalasi dinding menciptakan nuansa tenang, seolah ruangan ini dirancang untuk meredakan gugup. “Perasaan yang hampir pasti hadir di benak tiap pasangan yang datang,” imbuhnya.
Perbincangan tampak berlangsung antara staf dengan pasangan. Tak boleh ada yang mendekat, demi privasi yang harus dijaga seperti permata.
Terlihat, staf registrasi dengan suara rendah menyodorkan selembar formulir dan bolpoin. Tangannya lincah membuka lembaran pendaftaran, memastikan nama, nomor identitas, tanggal pernikahan, hingga riwayat upaya kehamilan terdahulu tercatat rapi.
Tapi lebih dari itu, dia sedang membuka pintu bagi pengakuan-pengakuan yang sering hanya terucap lirih di rumah: rasa lelah, penantian panjang, dan harapan yang hampir padam.
Di sisi meja, ada satu set folder medis yang tersusun rapi. Folder-folder itu, meski diam, menyimpan banyak kisah: beberapa datang dari desa-desa pesisir di Lombok Timur, lainnya dari pusat Kota Mataram.
Semua datang dengan satu niat yang sama. “Menjemput keturunan, menjemput amanah,” jelasnya.
Pasangan yang datang ke meja registrasi itu datang untuk sekadar berkonsultasi. Sejatinya, program Bayu Tabung RS Ruslan belum dilaunching.
Namun kelak, meja itu akan merekam banyak cerita. “Setiap yang datang ke meja ini, kelak akan datang dengan cerita berbeda,” ucapnya.
Bisa saja ada yang sedih di awal. Bisa juga terlalu bersemangat.
“Tapi semua punya satu benang merah, mereka tidak menyerah menjemput takdir,” ujarnya.
Suasana ruang registrasi pun terasa tenang. Tidak ada suara panggilan lewat mikrofon.
Semua berbasis antrean pribadi dan interaksi langsung. Latar belakang suara hanya terdengar samar-samar dari speaker di plafon yang memutar instrumental lembut.
Sesekali, derit kursi atau gesekan pena di atas formulir menjadi satu-satunya pengingat: ruangan ini sedang bekerja.
“Lampu ruangan didesain tidak terang menyilaukan, tapi cukup jelas untuk memberi kesan steril dan bersih,” tekannya.
Di sudut dekat pintu masuk, terpajang brosur edukatif tentang proses IVF dan layanan pendukung lainnya—mulai dari counseling psikologi hingga pemeriksaan hormonal.
Ini bukan hanya tempat menyerahkan KTP dan kartu keluarga. “Tapi juga tempat menyiapkan diri secara mental,” tekannya.
Bagi beberapa pasangan, mungkin ruang ini akan mereka lalui satu kali seumur hidup. Tapi bagi sebagian lainnya, mereka bisa datang berkali-kali, memperbarui harapan.
“Di sini juga tempat menyempurnakan data atau sekadar bertanya tentang hasil laboratorium yang tertunda,” jelasnya.
Yang membuat ruangan ini istimewa bukanlah desainnya semata, melainkan atmosfer batinnya. Ruangan ini menjadi tapal batas antara ketidaktahuan dan pengetahuan, antara pasrah dan ikhtiar.
Di sinilah, kisah perjuangan untuk menjadi orang tua secara medis pertama kali tercatat. “Di sini kami bukan hanya mencatat data, tapi ikut menjaga semangat mereka,”ucapnya.
Sebagian besar pasien, datang ke sini adalah keputusan yang besar dan penuh pertimbangan. Sekaligus keberanian yang utuh mengisi Formulir IVF.
Dari sinilah semua dimulai—ruang kecil yang sunyi, tapi penuh gema harapan.
Lombok IVF di RS Ruslan punya laboratorium canggih, ruang tindakan steril, dan fasilitas modern, tapi tanpa ruangan ini, semuanya tidak akan berjalan. Sebab sebelum embrio ditanamkan ke rahim, harapan terlebih dulu ditanamkan di meja registrasi. (zad/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post