LombokPost - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram terus berupaya mengatasi kekurangan tempat pemakaman umum (TPU) skala kota.
Hal tersebut karena TPU kerap menjadi persoalan, karena Kota Mataram memiliki penduduk yang sangat padat.
Tetapi lahan untuk pemakaman terus berkurang.
“Ya masih tahap usulkan desainnya,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram M Nazaruddin Fikri.
Fikri mengatakan, pembangunan TPU ini merupakan prioritas. Saat ini, rencana pembangunan TPU seluas 1,5 hektare tengah dimatangkan.
Jika desainnya disetujui bulan ini, TPU modern tersebut diharapkan dapat diresmikan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Mataram. "Kalau bisa ya sebelum ulang tahun kota sudah rampung," ujarnya.
Baca Juga: Potensi Sumber PAD, Disperkim Lobar Sebut TPU Labuapi Butuh Pemeliharaan
TPU ini akan berlokasi di wilayah Sayang-Sayang dan Karang Baru. Meskipun luasannya mencapai 1,5 hektare, lahan tersebut terpecah menjadi dua bagian karena batas wilayah.
“Jadi terbagi dua dia. Antara sisi sebelah baratnya ada Karang Baru. Sebelah timurnya ada Sayang-Sayang," terangnya.
Berbeda dengan TPU pada umumnya, desain yang diusung kali ini jauh lebih modern dan tidak terkesan angker. Konsep ini dipilih karena TPU tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemakaman, tetapi juga sebagai ruang terbuka hijau (RTH).
Baca Juga: Pemakaman Meningkat, TPU Karang Medain Hampir Penuh
"TPU ini akan didesain seperti taman,” ucapnya.
Pemilihan jenis tanaman juga menjadi perhatian khusus. Tumbuhan yang akan ditanam tidak terbatas pada kamboja atau melati yang sering dianggap menyeramkan.
Pihak Disperkim berencana menanam beragam pohon peneduh dan penguat tanah, seperti ketapang kencana, untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dan asri. “Kamboja memang menangnya karena meski musim kering selalu tumbuh, tapi itu kan serem, kalau dari Pak Sekda itu masukannya kita bisa tanam Pule,”tambahnya.
Proyek pembangunan TPU skala kota ini menjadi fokus utama karena selama ini Pemkot Mataram baru berhasil menambah lahan makam di tingkat kelurahan. “Yang di kelurahan-kelurahan sudah membeli lahan tambahan di Gomong, Abian Tubuh, Babakan. Sudah mempersiapkan lahan di Bertais. Sudah digunakan yang kecil-kecil. Tinggal skala kota ini yang belum," jelasnya.
Dengan adanya TPU modern ini, diharapkan kebutuhan makam di Kota Mataram dapat terpenuhi, sekaligus memberikan ruang publik yang nyaman dan multifungsi bagi masyarakat. “Ya kalau jujur memang kita masih kurang untuk TPU skala kota,” ucapnya.
Isu TPU ini juga masuk dalam isu-isu penting dalam revisi RTRW Kota Mataram. Mulai dari kemacetan lalu lintas, penanganan banjir, penanganan banjir rob dan abrasi pantai, pengelolaan sampah dan limbah, pemanfaatan lahan pertanian, dan penyediaan RTH dan tempat pemakaman. (chi/r9)
Editor : Pujo Nugroho