LombokPost – Dinas Kesehatan telah mulai menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Kegiatan berlangsung sepanjang Agustus 2025, menyasar siswa SD/MI hingga SMP/MTS dengan cakupan imunisasi campak-rubella (MR) dan human papillomavirus (HPV).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Mataram dr. Dewi Ayu Murniati, mengatakan vaksin MR diberikan kepada seluruh siswa kelas 1 SD/MI sedangkan vaksin HPV diberikan khusus siswi. “Yang baru tahun ini adalah perluasan HPV ke kelas 6 SD dan kelas 9 SMP yang belum pernah mendapat vaksin ini,” kata Dewi, Senin (11/8).
Sebelumnya, imunisasi HPV hanya menyasar siswi kelas 5 SD. Perluasan cakupan tahun ini bertujuan menjangkau kelompok yang terlewat pada program sebelumnya.
“Kalau tahun lalu hanya kelas 5, sekarang anak-anak di kelas 6 dan 9 yang belum dapat juga akan divaksin,” ujarnya.
Data Dinas Kesehatan mencatat, sasaran imunisasi MR untuk kelas 1 mencapai 8.730 anak. Untuk HPV, targetnya adalah 4.159 siswi kelas 5, 988 siswi kelas 6, dan 4.219 siswi kelas 9. Sehingga total siswa yang akan memperoleh imunisasi sebanyak 18.096 siswa/siswi.
Vaksin MR diberikan untuk mencegah campak dan rubella, sementara HPV untuk mencegah kanker leher rahim. “HPV hanya untuk anak perempuan, karena penyakit ini menyerang leher rahim dan biasanya muncul pada perempuan yang sudah aktif secara seksual, vaksin diberikan sejak dini, saat mereka menjelang pubertas,” kata Dewi.
Kasus campak masih ditemukan setiap tahun di Mataram, meski umumnya ringan. “Tetap ada yang menimbulkan kematian, walau jarang,” jelas Dewi.
Rubella lebih berbahaya jika menyerang ibu hamil, karena dapat menyebabkan cacat bawaan pada bayi. Sedangkan, kanker leher rahim, kasus di kalangan anak sekolah belum ditemukan.
Namun, vaksin HPV tetap diberikan untuk mencegah risiko di masa depan. “Kalau pun ada, biasanya pada anak SMP atau SMA yang menikah dini atau aktif secara seksual, angka resmi di sekolah nol,” ujar Dewi.
Pengadaan vaksin dilakukan terpusat oleh Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Kota Mataram telah menerima 50 persen stok awal, sisanya akan dikirim setelah laporan penggunaan tahap pertama selesai.
“Kami tidak membeli sendiri, semua distribusi dari pusat lewat provinsi,” jelasnya.
Sebelum pelaksanaan, Dinkes membuat micro-planning bersama puskesmas untuk menghitung kebutuhan vaksin dan sasaran. Vaksinasi dilakukan di sekolah, namun tim juga menelusuri anak yang tidak bersekolah melalui posyandu dan kader kesehatan di lingkungan.
“Targetnya semua anak usia sasaran mendapat vaksin, baik yang di sekolah maupun tidak,” katanya.
Pelayanan lapangan melibatkan 11 puskesmas yang membawahi 205 SD/MI dan 35 SMP/MTS di Kota Mataram. Masing-masing puskesmas menurunkan tim ke sekolah-sekolah di wilayah kerjanya.
Untuk sasaran di luar sekolah, tim memanfaatkan kegiatan posyandu dan data kader kesehatan. “Yang mengetahui anak usia 15 tahun ke bawah yang belum divaksin,” paparnya.
Imunisasi dimulai 4 Agustus dan ditargetkan selesai 23 Agustus. Namun, Dinkes menargetkan waktu hingga akhir bulan menjangkau sasaran susulan.
“Targetnya 100 persen, semua anak divaksin kecuali yang memiliki kontraindikasi medis,” katanya.
Ia berharap cakupan penuh ini dapat memperkuat benteng kesehatan masyarakat. “Semakin banyak anak yang terlindungi, semakin kecil risiko penularan penyakit di masa depan,” ujarnya. (zad/r9)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin