LombokPost – Di tengah riuhnya kendaraan melintas, dua orang berseragam biru berhenti di tepi Jalan Raya Dasan Cermen. Helm kuning menutupi kepala mereka, sementara tangan sibuk membuka panel kecil di bawah tiang listrik.
Satu orang mencatat angka di kertas, seorang lainnya memotret meteran sebagai bukti. Tak jauh dari situ, petugas Dishub Kota Mataram ikut mendampingi.
Mereka saling berdiskusi, memastikan data sesuai dengan catatan. “Rutinitas tim memantau PJU yang bermasalah,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram Zulkarwin, Senin (25/8).
Pemandangan seperti itu barangkali sepele bagi mata warga yang kebetulan lewat. Namun bagi Dinas Perhubungan Kota Mataram, inilah denyut kecil yang menjaga wajah kota tetap ramah setelah matahari terbenam: pemantauan dan pengecekan meter Penerangan Jalan Umum (PJU).
Zulkarwin menekankan PJU bukan hanya soal terang atau gelap. “Lampu jalan itu jantung keselamatan,” tekannya.
Kalau satu ruas mati, risikonya bisa besar. Mulai dari kecelakaan sampai tindak kriminal.
“Karena itu kami rutin bekerja sama dengan PLN agar semua tetap berfungsi,” terangnya.
Dishub mencatat, meski masih ada titik lampu padam di beberapa ruas, pengecekan rutin membuat potensi gangguan bisa lebih cepat ditangani. Kadang warga baru sadar pentingnya lampu jalan ketika sudah gelap.
“Padahal menjaga agar lampu tetap menyala itu kerja panjang dari pencatatan meteran sampai pemeliharaan teknis,” jelasnya.
Kegiatan pemantauan di Dasan Cermen awal Juli lalu hanyalah satu contoh. Hampir setiap pekan, tim Dishub mendampingi PLN berkeliling kota.
Dari jalan protokol hingga gang yang ramai dilalui warga. Panel-panel kecil di tiang listrik dibuka, angka dicatat, dan kondisi diperiksa.
Semua dilakukan dengan prosedur standar, lengkap dengan helm dan rompi pengaman. “Dasan Cermen hanya salah satu titik yang sering dikeluhkan dan kami segera tindak lanjuti,” ucapnya.
Hampir setiap pekan ada lokasi yang dicek. “Intinya, ketika malam tiba, jalan-jalan Mataram kami upayakan tetap terang,” tekannya.
Menurut Zulkarwin, Dishub kini tidak hanya menunggu aduan. Pengecekan lapangan dilakukan sistematis dengan jadwal terukur.
Namun ia mengakui, laporan warga tetap penting sebagai alarm tambahan. “Kalau ada lampu padam, segera lapor, partisipasi masyarakat itu mempercepat penanganan,” ujarnya.
Kolaborasi dengan PLN, menurutnya, adalah fondasi. Dishub mengawasi dan mencatat, sementara PLN memastikan teknis kelistrikan berjalan sesuai standar.
“Pola ini, akan terus dijaga agar Mataram semakin aman di malam hari,” ucapnya.
Pemerintah Kota Mataram juga tengah menyiapkan rencana modernisasi PJU. Selain peremajaan dengan lampu hemat energi, ada wacana penggunaan teknologi digital yang mampu mendeteksi gangguan dari pusat kontrol.
“Harapan kami ke depan, semua bisa dipantau secara real time, tapi untuk saat ini, pemantauan lapangan tetap prioritas,” ungkapnya.
Kerja teknis Dishub bersama PLN memang tak selalu jadi bahan pembicaraan utama. Namun justru rutinitas yang jarang terlihat itu menjadi fondasi kecil yang menjaga kota tetap hidup.
Lampu-lampu jalan yang menyala bukan hanya penerangan, melainkan tanda hadirnya negara di ruang publik. “Membuat warga lebih aman dan tenang,” pungkasnya. (zad/r9)
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin