LombokPost – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI tingkat Kota Mataram bukan hanya ajang keagamaan, tetapi juga magnet wisata religi. Pemerintah Kota menyiapkan Lapangan Karang Pule sebagai lokasi utama dengan wajah yang bersih dan tertata.
“MTQ bisa jadi magnet wisata religi,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, Jumat (19/9).
Menurutnya, kesiapan lokasi yang bersih akan memberi kesan positif bagi kafilah dan tamu dari luar daerah. “Kebersihan menjadi modal penting untuk pariwisata,” tegasnya.
Ia menilai, perhelatan MTQ punya potensi meningkatkan kunjungan wisatawan. Tidak sedikit pengunjung datang bukan hanya menyaksikan lomba, tetapi juga menikmati suasana Kota Mataram.
Gotong royong World Clean Up Day di Karang Pule menjadi bagian penting dari persiapan tersebut. Kolaborasi warga, aparat, dan komunitas membersihkan lapangan menciptakan suasana religius sekaligus ramah wisatawan.
Cahya menekankan, pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Kolaborasi dengan warga dalam menjaga kebersihan menjadi bukti nyata bahwa masyarakat turut serta mendukung wajah kota yang elok.
“Kita ingin tamu merasa nyaman,” ujarnya. Menurutnya, kenyamanan itu hanya bisa hadir bila lingkungan bersih dan rapi.
Selain itu, MTQ juga diproyeksikan menjadi etalase Mataram di hadapan publik luas. Pariwisata berbasis budaya dan religi bisa dipacu dengan momentum ini.
“MTQ bukan hanya lomba tilawah, tetapi ruang promosi wajah kota,” ucap Cahya. Ia berharap momentum kebersihan dan MTQ saling melengkapi, menghadirkan Mataram yang religius sekaligus ramah pengunjung.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin