LombokPost – Ribuan warga tumpah ruah di kawasan Loang Baloq, Minggu (21/9). Mereka menyambut pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 Kota Mataram dengan penuh semangat melalui pawai Ta’aruf.
Sekretaris Daerah Kota Mataram, Lalu Alwan Basri, melepas langsung rombongan kafilah. “Ini sejarah baru, tonggak baru,” katanya lantang, menegaskan makna penting gelaran tahunan ini.
Menurutnya, MTQ bukan hanya tradisi. Lebih dari itu, ajang ini menjadi kebanggaan bersama masyarakat Kota Mataram, karena menyatukan unsur agama, budaya, dan identitas daerah.
Pawai Ta’aruf berlangsung meriah. Dari anak-anak hingga orang tua, semua larut dalam semangat kebersamaan. Marching band mengalunkan mars MTQ, sementara remaja kompak melantunkan shalawat.
Di sepanjang jalan, masyarakat berdesakan menyaksikan parade. Ada yang melambaikan tangan, ada pula yang sibuk mengabadikan momen dengan ponsel. “Seru sekali, ramai dan penuh warna,” kata Junaidi, warga Karang Pule.
Loang Baloq menjadi saksi semarak acara. Tempat yang dikenal sakral ini dipilih sebagai lokasi pelepasan pawai, menghadirkan nuansa spiritual yang kuat.
Setiap kecamatan menampilkan ciri khas budaya masing-masing. Dari busana daerah, simbol Islami, hingga bendera MTQ yang berkibar gagah di barisan depan.
Alwan menyebut Kecamatan Sekarbela sebagai pusat kegiatan utama. “Yang hadir, tuan rumah adalah Kecamatan Sekarbela,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga sportifitas. “Tunjukkan prestasi terbaik,” katanya memberi semangat kepada seluruh kafilah.
Dengan suasana penuh energi, pawai ini menjadi simbol persatuan antarwarga. MTQ bukan hanya soal kompetisi membaca Alquran, tetapi juga pesta rakyat religius yang mempererat ikatan sosial.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin