LombokPost - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram telah siaga untuk melakukan langkah perkuat mitigasi.
Hal ini dilakukan BPBD Kota Mataram untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah pesisir.
Langkah Mitigasi BPBD Kota Mataram diambil dengan mengoptimalkan Desa Tangguh Bencana (Destana) dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
Tindakan mitigasi tersebut diambil BPBD Kota Mataram sebagai upaya respon cepat saat memasuki musim hujan.
Hal ini disampaikan langsung oleh Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kota Mataram, Ahmad Muzakki.
Ahmad Muzakki mengatakan wilayah pesisir Kota Mataram berpotensi mengalami gelombang tinggi dan banjir rob saat musim hujan.
Untuk itu, mitigasi menjadi langkah yang tepat dilakukan BPBD Kota Mataram guna mengantisipasi hal buruk yang akan terjadi.
Informasi harian dari BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid menjadi patokan BPBD Kota Mataram untuk menyusun strategi penanganan bencana.
BPBD Kota Mataram juga akan memperkuat koordinasi antarinstansi dan memaksimalkan sistem deteksi dini sebagai langkah mitigasi.
Dijelaskan Ahmad Muzakki, BMKG sudah memberikan informasi terkait musim hujan yang diperkirakan akan datang lebih awal.
Puncak musim hujan di Kota Mataram diprediksi akan terjadi pada bulan November 2025.
Informasi tersebut menjadi hal yang penting bagi aparat dan masyarakat pesisir kota Mataram untuk melakukan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.
BPBD Kota Mataram menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas terlalu dekat dengan pantai.
Hal ini dimaksudkan agar menjaga keselamatan diri di tengah potensi cuaca ekstrem yang akan terjadi.
Tak hanya masyarakat pesisir, masyarakat di bantaran sungai juga dihimbau untuk waspada terhadap cuaca ekstrem.
Editor : Siti Aeny Maryam