LombokPost - Pemerintah Kota Mataram bersiap membuka seleksi terbuka untuk sepuluh jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP). Seleksi ini menjadi momentum penting mencari aparatur sipil negara (ASN) inovatif dan berintegritas.
“(Suratnya ditujukan pada) Pemprov NTB dan perguruan tinggi,” kata Kepala BKPSDM Kota Mataram Taufik Priyono, Rabu (8/10).
Taufik menjelaskan, surat tersebut meminta rekomendasi nama untuk tim panitia seleksi (pansel). Dua instansi itu, yakni Pemerintah Provinsi NTB dan perguruan tinggi, diminta menugaskan perwakilan profesional di bidang manajemen ASN.
Baca Juga: Kota Mataram Kekurangan 4.800 ASN, BKPSDM Jelaskan Hal Ini
Langkah ini menjadi tahapan awal sebelum izin pelaksanaan diajukan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Target kami, awal November sudah bisa pengisian,” ujarnya.
Ada sepuluh jabatan bergengsi yang akan dilelang tahun ini. Di antaranya Kepala BPBD, Kepala Bappeda, dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB.
Selain itu, posisi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Inspektur Inspektorat, serta Kepala Dinas Perikanan juga ikut dilelang. “Termasuk Kepala DPMPTSP, Kesbangpol, Dinas Sosial, dan Dinas Tenaga Kerja,” terangnya.
Proses seleksi akan berlangsung ketat, dimulai dari pengumuman pendaftaran selama 15 hari kalender. Setelah itu, peserta mengikuti asesmen kompetensi, penilaian makalah, dan wawancara oleh tim pansel.
Taufik menegaskan, seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel. “Kami ingin pejabat yang siap bekerja dan membawa inovasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, ASN yang lolos nanti diharapkan menjadi motor penggerak program prioritas Wali Kota.
“Pejabat yang mampu mempercepat pembangunan dan menjawab tantangan kota modern,” tutupnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin