LombokPost - Lonjakan investasi Kota Mataram hingga Rp 1,67 triliun pada Triwulan III 2025 dinilai sebagai bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap kualitas layanan publik dan stabilitas daerah. Pencapaian ini melewati target RPJMD sebesar 145,08 persen dari total proyeksi awal Rp 1,15 triliun.
Kepala DPMPTSP Kota Mataram Amiruddin menilai perbaikan ekosistem perizinan menjadi faktor kunci. “Kepercayaan investor muncul karena proses perizinan kita semakin cepat, pasti, dan transparan,” ungkapnya, Senin (20/10).
Pencapaian ini semakin istimewa karena diraih di tengah dominasi investasi berbasis mineral di NTB. Sumbawa Barat memimpin dengan Rp 36,3 triliun, disusul Lombok Tengah Rp 5,5 triliun yang juga didukung eksplorasi tambang.
Mataram justru bangkit sebagai kota jasa modern meski tanpa potensi tambang. Sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi mendominasi capaian investasi dengan nilai Rp 871,03 miliar atau 75,56 persen.
Perdagangan dan reparasi menjadi sektor urban dinamis dengan realisasi Rp 369,56 miliar atau 32,06 persen. UMKM dan retail dilaporkan menjadi penyumbang terbesar dari sektor ini.
Sektor listrik, gas, dan air berhasil menyerap investasi Rp 146,38 miliar, menandakan kesiapan infrastruktur dasar Mataram sebagai kota berkembang. Jasa lainnya berkontribusi Rp 129,19 miliar.
Pariwisata kota terus menguat dengan dukungan investasi hotel dan restoran senilai Rp 106,55 miliar atau 9,24 persen. Sektor ini meneguhkan Mataram sebagai pusat hospitality dan perjalanan urban.
Tidak hanya investasi, geliat modal turut menciptakan dampak lapangan kerja dengan terserapnya 1.246 tenaga kerja hingga triwulan ketiga tahun ini.
Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Kota Mataram Zarkasyi menilai keberhasilan ini sangat erat dengan transformasi pelayanan. “Realisasi investasi yang mencapai 145 persen ini adalah kabar baik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa menjaga stabilitas pelayanan publik dan keamanan kota menjadi faktor penting agar arus modal terus mengalir. “Perbaikan pelayanan dan kondusifitas wilayah harus terus dijaga agar investor semakin merasa nyaman dan aman,” tutupnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin