Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tiga Ekor Rusa Dilepas di RTH Pagutan, Burung Koak-Kaok Direncanakan Menyusul!

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 10 November 2025 | 08:52 WIB
Penataan lansekap di sekitar aviary menggunakan material alami seperti batu besar dan akar pohon untuk menjaga estetika hijau khas RTH Pagutan.
Penataan lansekap di sekitar aviary menggunakan material alami seperti batu besar dan akar pohon untuk menjaga estetika hijau khas RTH Pagutan.


LombokPost
 – Pemerintah Kota Mataram terus memperkaya wajah ruang publik kota. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kini Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan disiapkan menjadi mini zoo sebagai pelengkap rekreasi warga sekaligus sarana edukasi lingkungan.

 

Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi mengatakan, pengembangan mini zoo dimulai dengan pembangunan kandang rusa dan aviary atau kandang burung. “Kandang rusa sudah jadi, dan sekarang kita punya tiga ekor,” ujarnya, Minggu (9/11).

 

Tiga rusa tersebut terdiri dari satu pejantan dan dua betina. Rusa-rusa ini berasal dari hasil hibah antarpemerintah daerah. “Awalnya hanya satu ekor, tapi sudah berkembang biak. Rencananya akan ditambah dua ekor lagi dari Sumbawa Barat,” jelasnya.

Nizar menegaskan, seluruh hewan yang ada di RTH Pagutan bukan hasil pembelian. “Kita tidak beli, jadi antar-pemerintah, bentuknya hibah,” katanya.

 

Sementara pembangunan kandang burung masih terus berjalan. Pondasi telah selesai dan rangka sedang dipasang. “Kami sedang mengerjakan aviary, nantinya diisi berbagai jenis burung dengan suara yang indah dan mudah dirawat,” ujarnya.

 

Jenis burung yang disiapkan. “Jumlahnya tidak banyak, hanya lima sampai sepuluh jenis, tapi populasinya banyak. Misalnya cerucuk 20 ekor, lovebird 20 ekor,” tambahnya.

DLH juga mempertimbangkan menghadirkan burung koak-kaok, burung khas yang menjadi lambang Kota Mataram. “Kalau burung koak-kaok perizinannya yang perlu kami pelajari dulu, tapi kami ingin punya satu atau dua ekor,” ungkapnya.

 

Selain rusa dan burung, area RTH juga dilengkapi kolam ikan untuk memperindah suasana. DLH berencana menambah bebek dan angsa agar suasana semakin hidup. “Mungkin nanti kita lepas beberapa bebek dan angsa supaya seperti mini zoo,” ucap Denny. 

Ia menegaskan, RTH Pagutan tidak diarahkan menjadi kebun binatang sesungguhnya, tetapi tempat rekreasi yang ramah keluarga. “Mini zoo ini hanya pelengkap, tujuan utamanya rekreasi warga,” katanya.

“RTH Pagutan kami rancang agar menjadi tempat yang menyenangkan, menenangkan, dan menumbuhkan cinta lingkungan,” tutupnya.

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#Kota Mataram #RTH Pagutan #Koak kaok #lambang #mini zoo #aviary