LombokPost – Ada yang berbeda di TK Kemala Bhayangkari 01 Mataram, Jalan Majapahit, Kecamatan Ampenan, pagi itu. Di tengah tawa dan keceriaan, anak-anak tampak bergantian berfoto dan merekam data wajah untuk mendapatkan Kartu Identitas Anak (KIA) dalam kegiatan Dukcapil Goes to School.
Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram melayani satu per satu siswa dengan sabar. Beberapa anak tampak malu-malu, tapi banyak juga yang berpose ceria di depan kamera. “Anak-anak menganggapnya seperti sesi bermain,” ujar Kepala Sekolah Suryaningsih, S.Pd.
Ia mengapresiasi inisiatif Dukcapil yang hadir langsung ke sekolah. “Mereka bukan hanya merekam data, tapi memberi pengalaman berharga. Anak-anak belajar tentang pentingnya identitas diri dengan cara yang menyenangkan,” katanya.
Program Dukcapil Goes to School merupakan inovasi pelayanan publik yang menempatkan manusia di pusat perhatian. Kegiatan ini tak hanya mempercepat penerbitan KIA, tapi juga menumbuhkan kesadaran warga sejak dini tentang pentingnya memiliki dokumen kependudukan.
Kepala Dinas Dukcapil Kota Mataram Dr. H. Mansur, S.H., M.H., menegaskan, pelayanan jemput bola ini menjadi bagian dari transformasi birokrasi yang lebih dekat dan ramah kepada masyarakat. “Pelayanan publik bukan hanya soal data, tapi juga soal sentuhan manusia,” ujarnya.
Menurutnya, kesadaran identitas harus tumbuh sejak anak-anak. “Kami ingin membuat anak-anak bangga memiliki KIA mereka sendiri. Ini langkah awal membangun generasi yang sadar administrasi kependudukan,” jelas Mansur.
Kegiatan tersebut juga memperkuat visi Kota Mataram sebagai kota pelayanan publik yang humanis. Dukcapil tidak lagi hanya mengurus dokumen, tetapi membangun pengalaman yang bermakna di tengah masyarakat.
Antusiasme anak-anak menjadi bukti keberhasilan pendekatan baru ini.
Setiap foto, senyum, dan kartu yang dihasilkan bukan sekadar data, tapi simbol keterlibatan aktif masyarakat dalam sistem administrasi negara.
“Melihat anak-anak tertawa saat difoto adalah cara paling sederhana untuk membangun kepercayaan pada layanan publik,” tutup Mansur.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin