LombokPost – Pemerintah Kota Mataram mempertegas komitmen menerapkan sistem karier berbasis merit melalui pelaksanaan Ujian Dinas Tingkat I dan II bagi 41 aparatur sipil negara (ASN). Ujian berlangsung di Unit Penyelenggara Seleksi Calon dan Penilaian Kompetensi Pegawai (UPSCPKP) BKN Mataram.
Kepala BKPSDM Kota Mataram Taufik Priyono menegaskan ujian dinas merupakan instrumen penting membangun birokrasi profesional. “Kegiatan ini bukan sekadar formalitas administratif, tetapi bagian dari upaya pembinaan karier yang berintegritas,” ujarnya, Rabu (12/11).
Pelaksanaan dibagi dua sesi. Sesi pertama diikuti 12 ASN peserta Tingkat II sejak pukul 08.00 hingga 10.00. Sesi kedua dimulai pukul 10.00, dengan 29 ASN mengikuti Ujian Dinas Tingkat I.
Taufik menyebut seluruh tahapan dirancang transparan agar hasil benar-benar mencerminkan kompetensi peserta. “Kenaikan pangkat bukan hadiah, tapi bukti profesionalitas,” tegasnya.
Ia menambahkan ujian dinas akan menjadi agenda rutin pemkot guna mendorong budaya birokrasi yang akuntabel. “ASN harus siap menghadapi tantangan baru, memahami regulasi, dan terus mengembangkan diri,” katanya.
Kabid Mutasi, Promosi, dan Evaluasi Kinerja BKPSDM Kota Mataram Ahmad Mujahidin menjelaskan ujian dinas menjadi syarat utama kenaikan pangkat bagi ASN yang belum menempuh pendidikan lanjutan. “Untuk tingkat I, ujian ini menjadi syarat naik pangkat dari II/d ke III/a dan dari I/d ke II/a,” terangnya.
Sementara untuk Tingkat II, syarat berlaku bagi ASN yang naik pangkat dari III/d ke IV/a. “Ketentuannya jelas dan mengikuti standar nasional,” jelasnya.
Menurutnya, banyak ASN memilih jalur ujian karena prosesnya lebih cepat dan sesuai masa kerja. “Sebagian besar peserta baru saja dilantik dan sudah memenuhi masa kerja tiga sampai empat tahun,” ujarnya.
Mujahidin juga menegaskan metode ujian berbeda untuk setiap tingkat agar sesuai jenjang kompetensi. “Ujian tingkat II disertai penulisan makalah dan wawancara dengan passing grade tertentu,” katanya.
Ia memastikan seluruh hasil terekam dalam sistem BKN tanpa intervensi. “Setiap jawaban terekam langsung ke sistem BKN sehingga hasilnya objektif,” tutupnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin