LombokPost – Minat baca masyarakat Mataram yang tinggi terancam tidak terakomodasi secara maksimal.
Perpustakaan Kota Mataram dipastikan harus mengencangkan ikat pinggang setelah terjadi pemangkasan anggaran pengadaan koleksi buku yang drastis untuk tahun anggaran 2026 mendatang.
Kepala Dinas Perpustakaan Kota Mataram, M. Carnoto, menyampaikan kabar terbaru mengenai alokasi anggaran.
Carnoto mengungkapkan rasa syukurnya atas penambahan dana yang diterima pada tahun 2025 ini melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT).
“Untuk tahun 2025 ini, syukur alhamdulillah kita mendapatkan penambahan anggaran melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Anggaran yang dialokasikan kurang lebih Rp 70 juta,” kata Carnoto.
Baca Juga: Dinas Arsip dan Perpustakaan Mataram Perkuat SDM Kader PKK di Bidang Digital Melalui Pelatihan Konten Kreator
Melalui ABT 2025 senilai Rp 70 juta, Perpustakaan Kota Mataram berencana menambah koleksi sekitar 550 judul buku baru.
Penambahan ini didasarkan pada kurasi dan permintaan pengunjung yang masuk melalui kotak saran.
“Kita kan harus pilih-pilih, masukkan dari pengunjung ada, buku yang dibutuhkan yang mana. Itu yang kita penuhi. Karena permintaan dari pengunjung banyak juga, buku ini, novel ini, dan lain sebagainya,” jelasnya.
Hingga akhir November tahun ini, total koleksi perpustakaan sudah mencapai 15.792 judul dengan 30.917 eksemplar.
Namun, optimisme tahun 2025 langsung disusul kabar kurang menyenangkan untuk tahun anggaran 2026.
Anggaran pengadaan buku perpustakaan untuk tahun depan dipangkas drastis sebagai bagian dari kebijakan efisiensi.
“Makanya tahun depan ini cuma sedikit, karena ada efisiensi. Hanya Rp 20 juta kalau tidak salah," ungkap Carnoto.
Angka Rp 20 juta ini sangat jauh berkurang dibandingkan alokasi tahun-tahun sebelumnya, padahal minat baca masyarakat Mataram dan permintaan bukunya tergolong tinggi.
Meskipun anggaran Perpustakaan Mataram dipangkas hingga tersisa hanya sepertiga dari ABT tahun sebelumnya, Carnoto menegaskan pihaknya akan berupaya maksimal.
Ia berharap kebijakan efisiensi ini tidak lantas menyurutkan minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan.
“Kita berusaha untuk bisa mencari dari sumber-sumber lain, dari pusat juga. Kami tetap berusaha maksimal," tegasnya.
Carnoto menyebut, pihaknya akan berupaya mencari bantuan dana dari pemerintah pusat atau stakeholder lain untuk menjaga ketersediaan koleksi dan tetap mengakomodasi kebutuhan baca masyarakat.