LombokPost – Inspektorat Kota Mataram meningkatkan intensitas Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) terkait isu carut-marut data kepegawaian non-ASN. Audit besar-besaran ini menyusul dugaan adanya honorer bodong atau Pegawai Tidak Tetap (PTT) fiktif yang merugikan daerah.
Plt Inspektur Inspektorat Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati, memastikan bahwa proses audit kini memasuki tahap pemanggilan masif dengan menyasar seluruh kecamatan di Kota Mataram.
“Semua kecamatan akan dipanggil,” kata Nelly, seraya menambahkan bahwa fokus pemeriksaan ditujukan pada tingkat kecamatan dan kelurahan yang dinilai memiliki risiko tinggi dalam manajemen kepegawaian.
Pemeriksaan ini tidak hanya dilakukan setengah-setengah, melainkan fokus pada dua isu krusial di tingkat kecamatan:
* Verifikasi Keberadaan: Mengecek dan memverifikasi keberadaan fisik serta administrasi seluruh tenaga non-ASN yang sudah terdata.
* Pengecekan Data Tercecer: Melakukan pengecekan mendalam terhadap 655 nama tenaga non-ASN yang kabarnya tercecer dan tidak terakomodir dalam pendataan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paro waktu sebelumnya.
“Pokoknya kita fokus sama mengecek yang 655 yang enggak masuk ke dalam paro waktu itu,” jelas Nelly.
Untuk memastikan keakuratan data dan mencegah adanya honorer fiktif, tim Inspektorat tidak hanya memeriksa dokumen administrasi. Audit juga menyentuh aspek kompensasi dan verifikasi lapangan:
* Audit Kompensasi: Tim memverifikasi Surat Pertanggungjawaban (SPJ) untuk penggajian tenaga non-ASN tersebut.
* Verifikasi Fisik: Inspektorat akan melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan keberadaan Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang bersangkutan.
“Kita cek sama SPJ cek orangnya langsung, cek yang bersangkutan, atas nama yang bersangkutan,” tambahnya.
Dalam upaya percepatan, PDTT dilakukan secara panel. Setiap Inspektur Pembantu (Irban) diberi tanggung jawab menangani dua kecamatan sekaligus.
Nelly menargetkan seluruh proses audit intensif mengenai data non-ASN Mataram ini dapat rampung dalam pekan ini juga.
Setelah selesai, laporan dan rekomendasi hasil temuan akan segera diserahkan kepada Wali Kota Mataram untuk ditindaklanjuti.
“Insya Allah minggu ini lah,” tandasnya. (*)
Editor : Marthadi