LombokPost – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram membawa kabar baik di penghujung tahun. Seluruh paket proyek fisik yang dilelang pada tahun anggaran 2025 dipastikan berjalan lancar dan tuntas sesuai target. Keberhasilan ini diklaim sebagai hasil dari mitigasi risiko dan strategi lelang tepat waktu.
Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Lale Widiahning mengungkapkan bahwa hingga saat ini hampir tidak ditemukan kendala berarti pada berbagai proyek yang dikelola pihaknya.
Salah satu kunci kelancaran proyek tahun ini adalah pengadaan material bangunan yang dilakukan lebih awal. PUPR telah memesan material dari luar Pulau Lombok jauh-jauh hari untuk menghindari keterlambatan distribusi.
"Material yang tidak ada di Lombok sudah kami pesan sejak awal agar tidak menghambat progres di lapangan. Kami juga menghitung masa kontrak dengan penyesuaian kondisi cuaca," jelasnya.
1. Pembangunan Jembatan:
* Jembatan Mahkota Bertais: Rp2,8 Miliar (Rampung).
* Jembatan Lingkungan Karang Kemong: Rp2,3 Miliar (Rampung).
2. Peningkatan dan Pemeliharaan Jalan:
* Jalan Swadaya: Rp3 Miliar.
* Jalan Adi Irma Suryani: Rp1,4 Miliar.
* Kompleks Perumahan Kodya Asri: Rp1,1 Miliar.
* Jalan Bebidas: Rp1 Miliar.
* Kompleks Brimob (Jl. Arya Banjar Getas): Rp495 Juta.
* Pedestrian Jalan Langko & Pejanggik: Rp1,2 Miliar.
Di sektor pengairan, PUPR fokus pada perbaikan tanggul dan pemasangan bronjong di beberapa titik sungai yang sebelumnya terdampak banjir. Beruntung, kondisi debit air sungai di akhir tahun cukup stabil sehingga pengerjaan berjalan mulus.
"Debit air sungai tidak terlalu besar, sehingga pemasangan bronjong berjalan lancar tanpa hambatan cuaca yang berarti," tambahnya.
Menjelang penutupan tahun anggaran, Lale menegaskan tidak ada paket pekerjaan yang memerlukan atensi khusus atau percepatan mendadak (crash program). Semua proyek telah berjalan sesuai koridor dan kontrak yang disepakati.
"Tidak ada pekerjaan yang tertinggal. Semua sudah sesuai dengan target," pungkasnya.
Editor : Marthadi