LombokPost – Pemerintah Kota Mataram tengah mempercepat integrasi pembangunan kawasan pesisir di Bintaro, Ampenan. Melalui proyek ambisius Kampung Nelayan Merah Putih, wilayah ini diproyeksikan menjadi pusat ekonomi perikanan modern yang terintegrasi dengan hunian vertikal (Rusunawa).
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri, turun langsung ke lapangan guna memastikan sinkronisasi tata letak antara fasilitas nelayan dan rencana pembangunan Rusunawa tahap kedua.
Langkah peninjauan ini dilakukan untuk mencegah terjadinya tumpang tindih titik koordinat antar proyek strategis. Pemkot Mataram ingin memastikan bahwa setiap meter lahan di pesisir Bintaro memiliki fungsi yang tepat dan saling mendukung.
“Kita pastikan dulu tata letaknya agar titik Rusunawa ini tepat. Berapa kebutuhan lahan untuk Rusunawa dan berapa untuk Kampung Nelayan Merah Putih harus sinkron," ujarnya.
Berdasarkan site plan yang telah dimatangkan, Kampung Nelayan Merah Putih bukan sekadar penataan pemukiman biasa, melainkan sebuah satu kesatuan ekosistem industri kecil nelayan.
Sejumlah fasilitas vital yang akan dibangun di kawasan ini meliputi:
* Fasilitas Produksi: Gudang beku (cold storage), pabrik es, dan gudang alat tangkap.
* Sarana Distribusi: Shelter pendaratan ikan dan dermaga penambatan perahu.
* Fasilitas Pendukung: Perkantoran koperasi dan sistem pengolahan limbah Ipal Biotech untuk menjaga higienitas lingkungan pesisir.
"Fasilitas seperti cold storage dan pendukung lainnya akan ada di sana. Ini komitmen kita untuk menyejahterakan nelayan,” tambah Alwan.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas alat berat yang tengah melakukan pembersihan lahan (land clearing). Sejumlah tiang beton juga telah berdiri sebagai fondasi awal pembangunan pasar ikan bersih.
Berbeda dengan Rusunawa yang masih menunggu kepastian dari pusat, proyek Kampung Nelayan Merah Putih menunjukkan progres lebih cepat. Proyek ini disebut telah masuk tahap tender oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Pembangunan kawasan pesisir Bintaro melalui proyek Kampung Nelayan Merah Putih didanai melalui skema pembiayaan bertahap yang menggabungkan anggaran daerah dan pusat, di mana saat ini tengah berjalan pekerjaan lanjutan pasar ikan bersih dengan nilai kontrak sebesar Rp 496.917.000 yang dieksekusi oleh CV Graha Utama.
Proyek awal tersebut nantinya akan diintegrasikan ke dalam paket pembangunan skala besar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan total anggaran mencapai kurang lebih Rp 22 miliar, guna mewujudkan ekosistem industri perikanan modern yang lengkap dan terpadu bagi masyarakat nelayan di Kota Mataram.
Plt Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram Irwan Harimansyah, menambahkan bahwa pembangunan pasar yang saat ini berjalan akan segera diintegrasikan ke dalam paket besar anggaran DAK tahun depan.
Dengan nilai investasi mencapai Rp 22 miliar, Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu mengubah citra pesisir Ampenan dari kawasan kumuh menjadi pusat maritim yang tertata, bersih, dan modern. Keberadaan fasilitas pasca-panen seperti cold storage diharapkan dapat menjaga stabilitas harga ikan dan meningkatkan taraf hidup nelayan lokal secara signifikan.
Editor : Pujo Nugroho