Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana Usung Filosofi Gerbang Sangkareang Dalam Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Nurul Hidayati • Jumat, 2 Januari 2026 | 12:42 WIB
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana Usung Filosofi Gerbang Sangkareang Dalam Anugerah Kebudayaan PWI 2026
Wali Kota Mataram Mohan Roliskana Usung Filosofi Gerbang Sangkareang Dalam Anugerah Kebudayaan PWI 2026

LombokPost – Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, S.Sos., M.H., dipastikan menjadi representasi tunggal Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam babak final Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat yang digelar untuk memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Berdasarkan keputusan Dewan Juri yang terdiri dari tokoh-tokoh seperti Sudjiwo Tejo dan Akhmad Munir, Mohan Roliskana berhasil masuk dalam jajaran 10 besar nasional dengan skor tinggi sebesar 375.

Dalam babak presentasi yang akan berlangsung di Gedung Dewan Pers, Jakarta, pada 8-9 Januari 2026 mendatang, Wali Kota Mataram dijadwalkan memaparkan visi kebudayaan kota, di mana Gerbang Sangkareang menjadi sorotan utama sebagai simbol identitas visual dan ruang kota.

Gerbang Sangkareang: Penanda Ruang dan Makna

Wali Kota Mataram Mohan Roliskana menjelaskan bahwa kehadiran Gerbang Sangkareang bukan sekadar keputusan estetis, melainkan upaya membangun sense of placeroh dan karakter kota sebagaimana teori Norberg-Schulz. Gerbang ini mengangkat konsep “Lumbung Kehidupan”, sebuah ikon agraris masyarakat Sasak yang melambangkan kesejahteraan, ketahanan, dan kebersamaan.

"Motif lumbung ini menegaskan identitas budaya lokal dalam tampilan visual yang kontemporer," ungkap Mohan Roliskana. Menurutnya, gerbang ini berfungsi sebagai visual anchor atau titik orientasi yang mengikat memori kolektif warga terhadap identitasnya di tengah dinamika modern Kota Mataram.

Mendorong Ekosistem Ekonomi Kreatif

Lebih dari sekadar bangunan monumental, Gerbang Sangkareang telah memicu fenomena cultural reproduction, di mana simbol budaya terus diperbarui melalui interpretasi kreatif masyarakat. Kehadiran landmark ini telah melahirkan ekosistem kebudayaan yang aktif, melibatkan:

Pengrajin Batik: Menerjemahkan lengkung gerbang dan struktur lumbung ke dalam pola wastra. Kriya dan Perhiasan: Desainer mengadaptasi garis simetris gerbang menjadi siluet bros dan aksesori.

Arsitektur Publik: Motif ini kini banyak diadopsi dalam bentuk façade, gapura, dan ornamen bangunan di sudut-sudut kota.

"Ini telah menjadi cultural node sumber yang memicu kreativitas lintas sektor dan memperluas nilai budaya Mataram ke ranah ekonomi kreatif," tambahnya.

Persiapan Menuju Jakarta

Wali Kota Mataram akan bersaing dengan sembilan kepala daerah lainnya, termasuk Wali Kota Malang dan Wali Kota Samarinda, untuk memperebutkan trofi Abyakta pada puncak HPN 2026 di Banten. Sesuai ketentuan panitia PWI Pusat, dalam sesi presentasi dan pemotretan nanti, Wali Kota Mataram akan tampil mengenakan pakaian adat sebagai bentuk kebanggaan atas kekayaan budaya daerah.

Dukungan penuh mengalir dari PWI Provinsi NTB dan masyarakat Mataram agar presentasi mengenai harmoni tradisi agraris Sasak dan modernitas kota ini mampu memukau Dewan Juri dan membawa pulang penghargaan tertinggi.

Editor : Kimda Farida
#sangkareang #wali kota #Mataram #Mohan Roliskana #Gerbang