LombokPost — Awal tahun 2026 menjadi sinyal kuat bergeliatnya pariwisata Kota Mataram. Baru memasuki hari kelima Januari, kota ini sudah merasakan langsung denyut kunjungan wisatawan mancanegara yang datang melalui kapal pesiar internasional yang bersandar di Lombok.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra mengungkapkan, sebagian wisatawan kapal pesiar tersebut terjadwal mengunjungi sejumlah ikon wisata unggulan Kota Mataram.
“Ada, mereka terjadwal ke Pantai Ampenan, Islamic Center, dan Taman Mayura,” kata Cahya Samudra, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, kunjungan wisatawan kapal pesiar ini bukan fenomena baru bagi Kota Mataram. Kapal pesiar yang sama juga sempat membawa wisatawan ke Mataram pada 1 Januari 2025 lalu, menandakan konsistensi jalur kunjungan wisata bahari internasional ke Pulau Lombok.
“Tahun 2025 juga mereka datang pas tanggal 1 Januari. Kapal pesiar yang sama juga,” ujarnya.
Cahya menjelaskan, meskipun waktu kunjungan wisatawan kapal pesiar relatif singkat, dampaknya tetap terasa. Para wisatawan tersebut datang dalam rombongan yang terorganisir, menggunakan armada bus pariwisata, dan mengikuti jadwal perjalanan yang telah disusun oleh agen perjalanan internasional.
“Kurang lebih empat bus. Mereka ini kunjungan singkat, mengikuti itinerary travel mereka,” jelasnya.
Kehadiran wisatawan kapal pesiar di awal tahun ini ikut menciptakan suasana ramai di sejumlah titik wisata dan pusat aktivitas kota. Kawasan Pantai Ampenan, Islamic Center, hingga destinasi sejarah seperti Taman Mayura kembali menjadi etalase wajah Kota Mataram di mata wisatawan mancanegara.
Cahya menilai, kunjungan ini menjadi pembuka yang baik bagi pariwisata Kota Mataram di awal 2026. Apalagi, wisatawan kapal pesiar dikenal memiliki daya beli yang cukup tinggi dan ketertarikan terhadap pengalaman budaya serta ruang publik kota.
“Walaupun waktunya singkat, efeknya tetap ada. Mereka belanja, berinteraksi, dan menikmati suasana kota,” katanya.
Ia menambahkan, geliat awal tahun ini memberi optimisme bahwa Kota Mataram tidak lagi sekadar menjadi kota transit, tetapi mulai diperhitungkan sebagai bagian penting dari rangkaian destinasi wisata NTB.
Dengan kunjungan wisatawan kapal pesiar yang sudah terjadi sejak awal Januari, Pemerintah Kota Mataram berharap tren positif ini terus berlanjut sepanjang 2026, seiring dengan semakin aktifnya agenda pariwisata dan promosi destinasi kota.
“Ini momentum yang harus kita jaga. Kota Mataram punya potensi wisata urban, budaya, dan sejarah yang kuat,” ujar Cahya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin