Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Berkah Program Makan Bergizi Gratis, UMKM Roti Babakan Mataram Kebanjiran Order hingga 300 Ribu Bungkus

Sanchia Vaneka • Senin, 5 Januari 2026 | 20:17 WIB

 

banjir orderan
banjir orderan

LombokPost – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah pusat mulai menunjukkan dampak ekonomi nyata di tingkat akar rumput. Di Mataram, Nusa Tenggara Barat, sentra UMKM Roti Babakan melaporkan lonjakan produksi yang fantastis selama bulan Desember 2025, mencapai angka 300 ribu bungkus roti.

Peningkatan permintaan ini menjadi angin segar bagi para pelaku usaha lokal yang kini bekerja ekstra keras untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak sekolah di wilayah Lombok.

Lonjakan drastis ini tidak terjadi secara kebetulan. Pembina Kampung UMKM Babakan sekaligus Anggota DPRD Kota Mataram, Herman, menjelaskan bahwa kebijakan ini diperkuat oleh payung hukum yang memihak rakyat kecil.

"Tingginya serapan produk lokal ini didasari oleh Perpres Nomor 115 Tahun 2025. Aturan tersebut mewajibkan penggunaan produk UMKM dalam menu MBG dan melarang penggunaan produk pabrikan besar," ujar Herman pada Jumat (2/1/2026).

Menurut Herman, kebijakan ini adalah langkah strategis yang membuat ekonomi masyarakat bawah langsung bergerak. Saat ini, lebih dari 25 UMKM roti di Babakan terlibat aktif melalui unit usaha Babakan Mat untuk mengelola distribusi pesanan.

Baca Juga: MBG NTB Melaju Pesat hingga Akhir 2025, Tembus 1,65 Juta Penerima hingga Serap Hampir 26 Ribu Tenaga Kerja

Sistem distribusi order dilakukan secara proporsional sesuai dengan kemampuan masing-masing rumah produksi UMKM Skala Besar: Mampu mengolah hingga 15 sak tepung per hari. UMKM Skala Kecil: Mengolah sekitar 1 sak tepung per hari.

Setiap satuan pelayanan MBG rata-rata memesan antara 2.500 hingga 3.500 bungkus roti per hari dengan harga kisaran Rp 2.500 per buah. Menariknya, jenis roti yang diproduksi tidak sembarangan karena harus memenuhi standar gizi yang ditetapkan.

"Varian yang paling banyak dipesan adalah roti abon, keju, cokelat, dan pisang. Semuanya memiliki takaran gizi yang dipantau oleh ahli gizi dari tiap dapur penyedia," tambah Herman.

Dampak positif juga dirasakan langsung oleh para pekerja. Murniati, pemilik rumah produksi Maulana Bakery, mengaku sangat bersyukur atas pesanan rutin yang masuk.

"Dalam sehari, pesanan bisa mencapai 2.000 hingga 3.500 pcs. Varian seperti pisang keju, kacang hijau, dan pizza mini seharga Rp 2.000 adalah yang paling diminati," ungkap Murniati.

Baca Juga: Dishub Mataram Bakal Ambil Alih Parkir CFD Udayana, DPRD Dorong Masuk PAD

Meski volume kerja meningkat tajam hingga harus lembur malam, Murniati tetap memberdayakan 12 tenaga kerja tetapnya. Hal ini berujung pada peningkatan pendapatan bagi karyawannya.

"Tidak ada penambahan orang, tapi upah karyawan meningkat karena jam kerja bertambah. Alhamdulillah, banyak keuntungan bagi kami," tuturnya.

Saat ini, aktivitas produksi di sentra Babakan tengah memasuki masa jeda seiring dengan libur sekolah. Namun, para perajin tidak bersantai lama. Mereka tengah melakukan persiapan besar untuk memulai kembali distribusi massal pada 8 Januari 2026 mendatang.

Hadirnya program Makan Bergizi Gratis ini membuktikan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah dan kesiapan UMKM lokal mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan di daerah.

Editor : Pujo Nugroho
#UMKM #Mbg #berkah #makan bergizi #Mataram