Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

"Gerbang Sangkareang" Memikat Juri, Wali Kota Mataram Mohan Roliskana Raih Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Nurul Hidayati • Minggu, 11 Januari 2026 | 07:06 WIB
Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, resmi ditetapkan sebagai penerima Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun 2026.
Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, resmi ditetapkan sebagai penerima Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun 2026.

LombokPost – Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, resmi ditetapkan sebagai penerima Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tahun 2026.

Keputusan prestisius ini diumumkan oleh dewan juri setelah melalui proses penjurian ketat yang berpuncak pada babak presentasi di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Jumat malam (9/1/2026).

Mohan berhasil menyisihkan nominator lainnya melalui gagasan bertajuk "Gerbang Sangkareang", sebuah visi pembangunan yang mengawinkan filosofi tradisional dengan kemajuan kota modern.

Penghargaan ini dijadwalkan akan diserahkan langsung pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten, 9 Februari mendatang.

Filosofi di Balik "Gerbang Sangkareang"

Dalam presentasinya, Mohan menjelaskan bahwa Mataram adalah kota heterogen yang tetap menjaga harmoni di tengah kemajuan teknologi. "Gerbang Sangkareang" bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol transformasi yang berakar dari identitas lokal.

Inspirasi Lumbung Padi: Bentuk gerbang ini terinspirasi dari lumbung padi masyarakat suku Sasak. Lumbung melambangkan kemakmuran, rasa syukur, pengendalian diri, dan semangat gotong royong.

Makna Nama: Nama "Sangkareang" diambil dari nama puncak kedua tertinggi di Pulau Lombok, yang merepresentasikan visi tinggi untuk kesejahteraan warga.

"Gerbang Sangkareang bukan sesuatu yang statis, melainkan katalisator yang membentuk ekosistem 'budaya baru' di Kota Mataram," ujar Mohan di hadapan dewan juri.

 Baca Juga: Mohan Roliskana Siap Presentasi di Hadapan Juri PWI Pusat, Harumkan NTB di Anugerah Kebudayaan PWI 2026

Dampak Nyata: Dari Ikon Kota Hingga Panggung Melbourne

Mohan Roliskana berhasil membuktikan bahwa kebudayaan dapat menjadi motor penggerak ekonomi (city branding). Salah satu turunan nyata dari konsep ini adalah lahirnya Batik Mentaram.

Batik ini tidak hanya menjadi pakaian dinas lokal, tetapi telah menembus pasar internasional, tampil memikat di panggung Bellabric dan Melbourne, Australia. Dampak ekonomi lainnya mencakup berbagai aspek.

Peningkatan UMKM: Kerajinan lokal dan aksesori (seperti bros khas) yang terinspirasi dari desain gerbang.

Lapangan Kerja: Penyerapan tenaga kerja di sektor industri kreatif lokal.

Identitas Global: Memperkuat posisi Mataram sebagai kota yang elegan dan adaptif di mata dunia.

Penjurian Profesional dan Transparan

Ketua Dewan Juri, Yusuf Susilo Hartono, menegaskan bahwa proses seleksi berlangsung sangat serius selama dua bulan terakhir. Dari 10 nominator (3 Wali Kota dan 7 Bupati), terpilihlah para pemimpin muda yang memiliki visi kebudayaan yang kuat.

Yusuf juga menepis isu miring terkait biaya dalam pemberian anugerah ini. "Tidak ada sama sekali (biaya). Proses berlangsung sangat profesional," tegasnya.

Proses penjurian kali ini juga diwarnai momen menyentuh. Beberapa kepala daerah harus melakukan presentasi via Zoom karena tugas mendesak, seperti Bupati Padang Pariaman yang menangani bencana banjir, hingga Bupati Labuhan Batu yang tetap mengikuti penjurian meski sedang dalam suasana duka setelah pemakaman ibundanya.

Panel Juri Berkompeten

Penilaian dilakukan oleh lima pakar dari berbagai latar belakang, yaitu: Dr. Nungki Kusumastuti (Dosen IKJ & Seniman), Agus Dermawan T (Penulis & Pengamat Seni Budaya), Sudjiwo Tejo (Budayawan & Seniman), Akhmad Munir (Ketua Umum PWI Pusat & Dirut Antara), dan Yusuf Susilo Hartono (Wartawan Senior & Budayawan).

Editor : Akbar Sirinawa
#PWI #kebudayaan #anugerah #wali kota #HPN #Mataram #Mohan Roliskana