LombokPost — Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Ahmad Azhari Gufron, menyesalkan belum adanya solusi konkret dari Pemerintah Kota Mataram terkait persoalan luapan drainase yang kerap memicu genangan hingga banjir di wilayah selatan kota.
Genangan air kembali terjadi di kawasan Jalan Dr Sujono, Lingkar Selatan, pada Kamis (22/1). Kondisi tersebut dipicu drainase dengan penampang yang dinilai terlalu kecil, sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras.
Akibatnya, air meluap ke badan jalan dan mengganggu aktivitas serta perjalanan warga. “Di wilayah itu memang tidak pernah ada normalisasi drainase. Ini seharusnya menjadi perhatian serius, apalagi roda pemerintahan sekarang sudah bergeser ke wilayah selatan, tepatnya di kawasan Jempong,” ujar Gufron.
Politisi Partai Amanat Nasional itu mengatakan, genangan air di Jalan Dr. Sujono bukan persoalan baru. Hampir setiap tahun, kawasan tersebut selalu tergenang saat hujan besar, namun hingga kini belum terlihat adanya perbaikan signifikan.
Ia menuturkan, genangan air terjadi cukup panjang di salah satu sisi jalan. Meski sebagian ruas masih bisa dilalui kendaraan, kondisi tersebut tetap membahayakan dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan.
“Saya sendiri tadi sempat melintas di sana. Genangannya sudah cukup panjang, walaupun memang baru di satu sisi jalan. Tapi yang lain juga tergenang. Ini terjadi setiap tahun dan belum ada perbaikan sama sekali. Itu yang kita sesalkan,” tegasnya.
Gufron menilai, tanpa penanganan menyeluruh seperti normalisasi dan pembesaran kapasitas drainase, persoalan genangan di wilayah selatan akan terus berulang. Ia pun mendorong pemkot agar segera menjadikan persoalan tersebut sebagai prioritas pembangunan infrastruktur.
Ia mengingatkan kawasan tersebut kini menjadi salah satu pusat aktivitas pemerintahan dan permukiman warga. “Jangan dibiarkan berlarut-larut. Ini menyangkut keselamatan, kenyamanan, dan mobilitas masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin