LombokPost - Cuaca ekstrem yang melanda perairan kawasan Ampenan kembali memicu bencana banjir ron dan abrasi di pesisir Kota Mataram. Pada Kamis (22/1) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA, sebuah rumah milik warga di Kampung Bugis, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan, rusak parah hingga roboh akibat terhempas gelombang besar.
Pantauan di lokasi menunjukkan pemandangan yang memprihatinkan. Sisa-sisa bangunan berupa kerangka atap kayu dan genteng berserakan di atas pasir hitam yang tergerus ombak. Fondasi rumah tampak menggantung, tidak lagi mampu menahan pengikisan air laut yang naik hingga ke pemukiman warga.
“Sejak jam dua malam ombak semakin tinggi, ditambah hujan dan angin kencang,” ujar Yuliana, warga terdampak yang terpaksa mengungsi.
Baca Juga: Warga Seruni Setiap Bulan Dihantui Banjir Rob
Menurutnya, siklus ancaman gelombang pasang ini tidak lagi bersifat tahunan, melainkan terjadi hampir setiap bulan sejak tahun lalu. Kondisi ini membuat warga pesisir selalu merasa was-was. Saat ini, ia dan keluarganya terpaksa berpindah-pindah tempat tinggal sementara sembari mencari kontrakan yang terjangkau.
“Kami sangat mengharapkan bantuan pemerintah, setidaknya untuk tempat tinggal sementara,”pungkasnya.
Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Alwan Basri mengatakan, kondisi ini kian parah dari banjir rob pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan melihat kawasan terdampak, Martawang menyebut ini sudah sampai pada tahap perahu bertamu di rumah warga.
“Ini langsung kita tangani sesuai arahan Pak Wali untuk intervensi jangka pendek,” ucapnya.
Editor : Redaksi Lombok Post