Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gandeng Swasta, Festival Durian Dinilai Ampuh Hidupkan Wisata Loang Baloq

Lalu Mohammad Zaenudin • Senin, 2 Februari 2026 | 08:42 WIB
Kadispar Kota Mataram Cahya Samudra dan Waka Komisi 2 DPRD Kota Mataram Siti Fitriani Bakhreisyi di acara Festival Durian Loang Baloq.
Kadispar Kota Mataram Cahya Samudra dan Waka Komisi 2 DPRD Kota Mataram Siti Fitriani Bakhreisyi di acara Festival Durian Loang Baloq.


LombokPost — Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kota Mataram Siti Fitriani Bakhreisyi mengapresiasi pelaksanaan Festival Durian di kawasan wisata Loang Baloq. Ia menilai acara ini contoh nyata inovasi pengembangan pariwisata di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

Politisi Partai Nasdem tersebut menilai, langkah Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram menggandeng event organizer (EO) dan pihak swasta tanpa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) patut dijadikan model pengembangan pariwisata ke depan. “Ini solusi yang sangat tepat di tengah kondisi anggaran yang minimalis. Dispar tidak bergantung pada APBD, tetapi mampu menggandeng EO dan pihak swasta untuk tetap menghidupkan pariwisata,” ujar Fitriani, Minggu (1/2/2026).

Ia mendorong agar konsep festival tematik seperti Festival Durian tidak berhenti pada satu momentum saja. Melainkan diperluas dengan memanfaatkan musim-musim komoditas lokal lainnya.

“Kalau sedang musim durian, rambutan, atau buah lokal lainnya, itu bisa dikemas jadi festival dan ditempatkan di spot-spot wisata. Orang datang untuk festival sekaligus berwisata, dampaknya jadi ganda,” jelasnya.

Menurutnya, event berskala kecil namun rutin justru lebih efektif. Menjaga denyut kunjungan wisata dibandingkan hanya mengandalkan event besar yang membutuhkan anggaran besar.

“Saya sudah pernah mengingatkan Dispar harus berani memaksimalkan event-event kecil. Festival durian ini membuktikan cara itu efektif,” tegasnya.

Fitriani juga menyoroti fakta bahwa Festival Durian Loang Baloq digelar tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah. Meski demikian, dampak ekonomi yang ditimbulkan dinilai cukup signifikan.

“Coba perhatikan, parkiran penuh, ekonomi masyarakat berputar, spot wisata ramai. Kita hanya sediakan tempat tanpa anggaran,” ucapnya.

Ia mengaku sempat mempertanyakan tidak adanya logo Pemerintah Kota Mataram dalam materi publikasi kegiatan tersebut. Namun setelah mendapat penjelasan pemkot tidak memberikan dukungan anggaran, hal itu dinilainya tidak menjadi persoalan.

“Karena kata Pak Kadis, kita tidak support anggaran, ya tidak jadi soal. Yang penting spot wisata kota ramai, itu yang paling penting,” katanya.

Diketahui, kegiatan Festival Durian Loang Baloq berlangsung melalui kolaborasi dengan pihak swasta, sementara Pemkot Mataram hanya menyiapkan lokasi serta fasilitas pendukung. Fitriani menilai pola kolaborasi tersebut sebagai bentuk inovasi yang layak dipertahankan dan dikembangkan.

“Ini inovasi yang bagus. Anggarannya minim, tapi hasilnya maksimal. Model seperti ini yang harus terus dijaga dan dikembangkan ke depan,” tegasnya.

 

 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#inovasi Dispar Mataram #Festival Durian Loang Baloq #Pariwisata Mataram #kolaborasi swasta #ekonomi wisata