LombokPost — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Moh. Ruslan Kota Mataram menghadirkan inovasi layanan bernama Pandu RS. Sebuah sistem pendampingan pengunjung yang dirancang menciptakan suasana rumah sakit yang lebih ramah, nyaman, dan menenangkan.
“Rumah sakit itu identik dengan suasana tegang. Dengan Pandu RS, kami ingin pengunjung merasa lebih tenang, tidak bingung, dan merasa benar-benar dilayani sejak pertama datang,” ujar Direktur RSUD H.
Moh. Ruslan Kota Mataram dr. Hj. NK Eka Nurhayati Sp.OG., Subsp.F.E.R.,M.Kes.,M.Sc., kemarin (1/2).
Melalui Pandu RS, pengunjung rumah sakit akan dibantu oleh petugas khusus yang siap memberikan informasi, arahan layanan, hingga pendampingan alur pelayanan. Terutama bagi pasien dan keluarga yang baru pertama kali datang.
Dr. Eka, mengatakan inovasi ini lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. “Tidak sedikit pengunjung merasa bingung atau cemas saat berada di lingkungan rumah sakit,” terangnya.
Petugas Pandu RS memiliki ciri khas tersendiri. Mereka mengenakan pakaian adat Sasak, lengkap dengan selendang bertuliskan ‘PANDU RS’ dan ID card.
Beberapa petugas juga dibekali tablet informasi digital serta QR code Google Review untuk menjaring masukan langsung dari pengunjung. Selain itu, komunikasi antarpetugas didukung dengan HT atau interkom.
Tujuannya agar koordinasi layanan dapat berjalan cepat dan efektif. “Kami ingin pelayanan ini bukan hanya informatif, tapi juga humanis dan berakar pada kearifan lokal,” kata dr. Eka.
Keberadaan Pandu RS memberikan manfaat langsung bagi pengunjung. Mulai dari akses informasi yang cepat dan jelas, meminimalkan risiko tersesat, hingga meningkatkan rasa nyaman selama berada di rumah sakit.
Di sisi internal, inovasi ini juga berdampak pada peningkatan citra rumah sakit. Berkurangnya beban kerja petugas medis di lini depan, serta terciptanya alur pelayanan yang lebih tertib.
“Petugas medis seharusnya fokus pada pelayanan kesehatan. Dengan Pandu RS, beban-beban nonmedis bisa dibantu,” jelasnya.
Manajemen RSUD H. Moh. Ruslan menyiapkan sejumlah indikator mengukur efektivitas Pandu RS. Antara lain hasil survei kepuasan pengunjung, penurunan keluhan terkait kebingungan alur layanan, serta berkurangnya beban kerja staf frontliner.
“Inovasi ini akan dievaluasi secara berkala untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tekannya.
Untuk memastikan layanan berjalan optimal, RSUD H. Moh. Ruslan menyiapkan tahapan implementasi. Meliputi pemilihan petugas, pelatihan, penyediaan atribut, sosialisasi kepada pengunjung, serta monitoring dan evaluasi bulanan.
Menariknya, konsep Pandu RS juga disiapkan agar dapat dikembangkan lebih luas ke depan. Seiring meningkatnya kebutuhan pelayanan publik yang cepat, ramah, dan efisien.
“Ini bukan sekadar program, tapi komitmen kami menghadirkan rumah sakit yang lebih bersahabat bagi masyarakat,” pungkas dr. Eka.
Amelia, salah satu pengunjung RS Ruslan menuju inovasi layanan ini. Menurutnya, bagi pengunjung baru atau yang belum mengenal banyak layanan yang tersedia di RSUD Ruslan sangat terbantu dengan inovasi ini.
“Sangat terbantu, mereka juga melayani dengan penuh perhatian. Merasa sangat dihargai datang ke sini (RSUD Ruslan),” pujinya.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin