Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ombak Tinggi Seret Sampah ke Pantai, DPRD Soroti Sistem Pengelolaan

Lalu Mohammad Zaenudin • Selasa, 3 Februari 2026 | 14:16 WIB
Sampah berserakan di sepanjang pantai Sunset Land, Sekarbela, beberapa waktu lalu.
Sampah berserakan di sepanjang pantai Sunset Land, Sekarbela, beberapa waktu lalu.

LombokPost — Tumpukan sampah tampak berserakan di sepanjang bibir Sunset Land, seiring cuaca buruk yang masih melanda wilayah pesisir dalam beberapa hari terakhir. Gelombang laut yang cukup tinggi disertai angin kencang mendorong berbagai jenis sampah, mulai dari plastik, styrofoam, hingga kayu, terdampar dan menumpuk di garis pantai.

“Cuaca buruk memang menjadi faktor alam yang tidak bisa kita hindari,” kata Ketua Komisi 3 DPRD Kota Mataram Abd Rachman, Senin (2/2/2026).

Kondisi tersebut terlihat di sejumlah titik kawasan wisata pesisir. Selain mengganggu estetika, sampah juga menimbulkan bau tidak sedap dan dikhawatirkan berdampak pada kesehatan lingkungan serta kenyamanan pengunjung.

Rachman menyatakan keprihatinannya atas situasi tersebut. Ia menilai, kombinasi cuaca ekstrem dan rendahnya kesadaran pengelolaan sampah masih menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani secara terpadu.

“Persoalan sampah ini menunjukkan sistem pengelolaan kita masih perlu diperkuat. Setiap musim angin barat, masalah yang sama selalu terulang,” ujarnya.

Menurutnya, sampah yang terdampar di pantai tidak hanya berasal dari aktivitas masyarakat pesisir. Sampah juga terbawa arus dari sungai-sungai yang bermuara ke laut. 

Hal ini menandakan pentingnya penanganan dari hulu hingga hilir. “Artinya, penanganan tidak bisa hanya difokuskan di pantai. Sungai-sungai harus menjadi perhatian utama, karena di sanalah sebagian besar sampah bermula,” tegas politisi Gerindra tersebut.

Rachman mendorong pemerintah kota melalui OPD terkait untuk meningkatkan intensitas pembersihan pantai, terutama saat kondisi cuaca ekstrem. Ia juga meminta adanya kesiapsiagaan khusus, baik dari petugas kebersihan maupun peralatan pendukung.

“Kalau hanya mengandalkan pola rutin, jelas tidak cukup. Perlu penanganan ekstra, termasuk penambahan armada dan tenaga saat terjadi cuaca buruk,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat tentang pengurangan sampah dari sumbernya. Sosialisasi pemilahan sampah rumah tangga dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dinilai harus terus digencarkan.

“Kita tidak bisa hanya membersihkan, tapi juga harus menghentikan aliran sampahnya,” imbuhnya.

Komisi III DPRD Kota Mataram, lanjutnya, juga akan mendorong penguatan program pengelolaan sampah berbasis lingkungan. Optimalisasi bank sampah dan fasilitas TPS 3R di tingkat kelurahan.

“Pantai adalah wajah kota. Kalau kondisinya kotor, tentu citra pariwisata kita ikut terdampak. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tutupnya. 

Editor : Lalu Mohammad Zaenudin
#pengelolaan sampah pesisir #sampah pantai Sunset Land #DPRD Kota Mataram #cuaca buruk Mataram #sampah kiriman sungai